Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu : 24.000 Anggota TNI Terpapar Radikalisme  

0
353
Menteri Pertahanan (2014 -2019) Jenderal TNI (Purn) Rymizard Ryacudu

Jakarta, NAWACITAPOST- Kita Sepakat untuk mengaminkan bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa yang harus kita basmi dan berantas. Caranya komponen sesama anak bangsa bersama aparat penegak hukum harus saling bersinergi.

Baca Juga : Simbol Khilafah Di Saat Ini dan Mendatang Bukan Suatu Kebanggaan

Mengutip media republika pada Jumat 23 Agustus 2019, yang disampaikan Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Syaian Choir, mengatakan ideologi Pancasila harus tetap dan terus dipertahankan. Gunanya mencegah penyebaran paham radikalisme dan penyebaran konsep khilafah. Menurutnya, sudah banyak generasi muda dan anggota TNI terpengaruh konsep khilafah.

Konsep khilafah yang selalu dikumandangkan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) selain bahaya laten. Kelompok ini sudah banyak memakan korban. Generasi muda dan anggota TNI sudah terpatri dan terpapar pada kelompok ini.

Penyebaran konsep khilafah selalu mencari siapa yang siap untuk diajak gabung. Maka dari itu kita perlu membentengi pertahanan diri kita dengan landasan pada nilai-nilai Pancasila yang luhur dan beradab serta dalam bingkai kehidupan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga tidak ada lagi ruang bagi kelompok-kelompok tertentu menyebarkan konsep berbau radikalisme.

Sedangkan pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menegaskan bahwa sejak 2000 -2018 ada 1700 orang diproses hukum terkait terorisme. Angka ini jumlahnya besar dan tidak boleh dianggap enteng.

Kasus terorisme dimulai dari perilaku intoleran, radikal kemudian aksi teror. Di dalam tren Industri 4.0 ini kecenderungan radikalisasi lebih cepat dan lebih mudah karena pengunaan internet secara masif. Sasaran kelompok khilafah adalah generasi muda yang mencari jati diri.

Fakta menyatakan bahwa radikalisme sudah masuk ke berbagai sektor. Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu bahwa  tiga persen atau 24.000 anggota TNI terpapar radikalisme. Kemudian ada pegawai BUMN yang menjadi donator teroris di Riau.

Pejabat BP Batam yang bergabung dengan ISIS di Suriah, bekas pegawai Depkeu yang jadi simpatisan ISIS, lalu tiga alumni IPDN diketahui terlibat jaringan terorisme, dan anggota Polwan Maluku Utara terpapar paham radikalisme sudah ditahan di Jawa Timur, kemudian anggota Polres Batanghari yang bergabung dengan ISIS di Suriah dikabarkan tewas.

Ini yang perlu cermati secara seksama bahwa kelompok radikalisme saat ini sedang menyasar  kelompok PAUD sampai Perguruan Tinggi supaya terpapar paham radikalisme.

Lebih anyar lagi pernyataan dari Ketua BP2MI Benny Rhamdani yang tidak segan-segan memecat pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) jika terbukti anti Pancasila. Hal itu dilakukannya  tanpa kompromi dan tanpa negosiasi, ungkapnya di kantor BP2MI Jakarta, Kamis 13 Agustus 2020.