Zulkifli Hasan Terpilih Kembali Sebagai Ketum PAN

1
18
Zulkifli Hasan Terpilih Kembali Sebagai Ketum PAN

Jakarta, NAWACITAZulkifli Hasan terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) di Kongres V yang digelar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020) lalu. Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, unggul dari calon lain seperti Mulfachri Harahap dan Dradjad Wibowo. Zulhas mengantongi 332 suara, Mulfachri 225 suara, dan Dradjad 6 suara.

Pemilihan ketua hanya diikuti oleh tiga orang tersebut, setelah sebelumnya Asman Abnur mengundurkan diri.

Terpilihnya Zulhas bisa dibaca sebagai kemenangan atas Amien Rais–salah satu pendiri partai–yang menjagokan Mulfachri. Dalam pidato kemenangan Zulhas, Amien tak terlihat dalam barisan.

Selain itu, terpilihnya Zulhas sangat memengaruhi ke mana PAN dalam lima tahun ke depan, dalam kaitannya dengan pemerintahan Joko Widodo. Bagi pengajar ilmu politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin, PAN di bawah Zulhas akan lebih condong mendekat ke kekuasaan, alih-alih oposisi seperti PKS atau netral layaknya Partai Demokrat.

Baca Juga : Seorang Ibu Pindah Kelas Gara-Gara Iuran BPJS Naik

“Bisa saja masuk ke koalisi Jokowi-MA (Ma’ruf Amin),” katanya, Kamis (13/2/2020).

Ia merujuk ke pengalaman 2014, saat PAN “mendukung Prabowo-Hatta, dan kalah, lalu di tengah jalan masuk koalisi pemerintahan Jokowi-JK.” “Sudah ada sejarahnya,” tambahnya.

Ujang mengatakan PAN bergabung karena banyak alasan. Bagaimanapun merapat ke kekuasaan akan lebih menguntungkan mereka secara ‘politik’–untuk pemilu selanjutnya.

Aditya Perdana, Direktur Pusat Kajian Politik UI, mengatakan jika partai berada di luar pemerintahan, mereka harus siap menghadapi situasi sulit.

“Posisi PDIP di zaman SBY dua periode enggak dapat apa-apa,” kata Aditya memberi contoh.

Maka, “masuk akal sekali” bagi PAN untuk memilih ada di gerbong penguasa. Banyak keuntungan yang mereka dapat, “mulai dari proyek pemerintah, atau kesempatan berusaha, atau apa pun itu.” “Masuk ke pemerintahan itu salah satu kesempatan untuk bisa bertahan secara organisasi, dan orang-orangnya.” tutpnya.

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here