Seorang Ibu Pindah Kelas Gara-Gara Iuran BPJS Naik

2
21
Seorang Ibu Pindah Kelas Gara-gara Iuran BPJS Naik

NAWACITA Sehat itu mahal, sepertinya benar terasa meski kini sudah eranya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dua bulan sudah tarif anyar BPJS Kesehatan diberlakukan, ribuan orang merespon dengan skema turun kelas.

Pekan lalu, Wiwi (57) menelepon nomor kontak 1500400. Ia menekan tombol bantuan di angka dua dan berbicara dengan operator. Setelah membacakan nomor kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya, Wiwi meminta perubahan data peserta.

“Saya mau pindah kelas, turun ke kelas tiga.”

“Status kepesertaan ibu dari kelas dua ke kelas tiga sudah diubah, dan akan berlaku di bulan berikutnya,” demikian operator memproses laporan Wiwi.

Ia terpaksa memangkas plafon JKN lantaran anaknya berat membayar tarif iuran baru. Wiwi dan suaminya sudah tidak bekerja, segala kebutuhan mereka ditanggung oleh sang sulung. Sementara si sulung masih membiayai satu adiknya yang sebentar lagi lulus sekolah menengah atas.

“Awalnya bayar bertiga cuma Rp150-an ribu. Kemarin (Januari) bayar Rp330 ribu, berasa banget, gaji enggak naik tapi bebannya nambah,” ungkap Tyas, (26) anak sulung Wiwi.

Setiap bulan Tyas membayar tagihan milik orangtua dan sang adik, sementara iuran BPJS miliknya sudah ditanggung perusahaan tempatnya bekerja. Selain BPJS, ia masih memiliki beban finansial lain, seperti membayar uang sekolah sang adik, dan kebutuhan harian keluarga. Kenaikan iuran kesehatan ini sungguh sangat berdampak.

Keluarga Wiwi bukanlah satu-satunya peserta JKN yang memutuskan turun kelas sejak pemberlakuan Peraturan presiden Nomor 75 Tahun 2019. Tirto mendapati Ratu Fikri Rizki (27) seorang karyawati swasta di daerah Serang, Banten juga mengambil keputusan sama.

Ia hendak mengganti data kepesertaan dari semula berada di kelas satu menjadi kelas tiga. Sayang persyaratan ini hanya berlaku bagi peserta BPJS yang sudah memiliki masa anggota satu tahun. Sementara masa anggota miliknya baru mencapai sepuluh bulan.

Baca Juga : Hasil Kepuasan Publik di Era Jokowi dan Ma’ruf Amin Tahun 2020 diangka 69,4 Persen

“Maret nanti sudah rencana turun ke kelas tiga. Ya ampun, duit gue dong Rp160 ribu sebulan buat BPJS doang,” keluhnya.

Fikri sempat pernah ingin menutup akun BPJS miliknya dan beralih ke asuransi swasta. Sebab menurutnya BPJS memiliki banyak kekurangan dalam perlindungan kesehatan, dibanding asuransi swasta. Namun niatnya tak bisa terealisasi sebab BPJS berlaku seumur hidup.

Jalan paling meringankan baginya hanya dengan menurunkan standar kelas. Tapi BPJS memiliki minimum masa keanggotaan sebagai syarat, perubahan kelas juga harus diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Kemudian perubahan pada bulan berjalan akan berlaku pada bulan selanjutnya, dan permohonan harus diajukan sendiri oleh peserta.

Aktivasi perubahan bisa dilakukan melalui aplikasi JKN, nomor layanan 1500400, kantor cabang terdekat, mal pelayanan publik, atau mobile costumer service (MCS). Rincian perubahan biaya yang telah disahkan meliputi Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per bulan untuk Kelas I, lalu Kelas II dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu per bulan, dan Kelas III dari Rp25 ribu menjadi Rp42 ribu per bulan.

Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 34 Peraturan presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan iuran BPJS hingga 100 persen sudah dimulai sejak 1 Januari 2020 kemarin, dan berlaku bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja.

2 KOMENTAR

  1. Youre so cool! I dont suppose Ive learn anything like this before. So good to find any individual with some original thoughts on this subject. realy thanks for starting this up. this website is one thing that’s needed on the internet, somebody with a bit of originality. helpful job for bringing something new to the web!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here