Bambang Widjojanto  : Pimpinan KPK Saat Ini Telah Merampok Otoritas Penyidik

2
139
Bambang Widjojanto  : Pimpinan KPK Saat Ini Telah Merampok Otoritas Penyidik

Jakarta, NAWACITA- Eks komisioner KPK Bambang Widjojanto mengkritik rencana Firli Bahuri dkk., pimpinan lembaga antirasuah, yang akan turut serta mempertimbangkan pemanggilan saksi-saksi. Menurut dia, langkah tersebut bisa dikategorikan ke dalam suatu tindakan merintangi penegakan hukum.

“Tindakan Komisioner KPK mengintervensi otoritas penyidik KPK adalah kejahatan dan punya potensi untuk dikonstruksi sebagai tindakan obstruction of justice karena dapat mengganggu independensi dan akuntabilitas proses penyidikan,” kata BW, sapaan akrabnya, melalui pesan tertulis, Kamis (30/1).

Dia menilai pimpinan KPK saat ini telah merampok otoritas penyidik dalam mencari alat bukti guna membuktikan kesalahan tersangka. Hal itu, kata dia, sekaligus memperlihatkan upaya perusakan sistem kontrol internal yang selama ini dikelola oleh Ketua Satuan Petugas, Direktur Penyidikan, dan Deputi Penindakan.

Baca Juga : Anggota Komisi X DPR Fahmi Alaydrus Ungkit Janji Jokowi Tentang Guru Honorer

Ia menambahkan rencana pimpinan itu berlawanan dengan ketentuan Pasal 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Aturan itu berbunyi bahwa KPK adalah lembaga negara dalam rumpun eksekutif yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun.

“Independensi Penyidik KPK tengah ‘diserang’ oleh Pimpinan KPK sendiri,” cetus BW.

Dia berpendapat tidak ada satu pun pasal di dalam UU KPK yang secara eksplisit menegaskan soal kewenangan para komisioner KPK untuk terlibat secara teknis dalam menentukan saksi yang akan dipanggil penyidik.

Apalagi, lanjut dia, pasal yang menyatakan bahwa Pimpinan KPK adalah penyidik dan penuntut umum sudah dihapus di Undang-undang tersebut.

“Jadi, agak absurd, naif dan konyol jika pimpinan [KPK] yang bukan penyidik tapi mengatur kewenangan penyidik dalam proses penyidikan,” ucapnya.

Comments are closed.