Ketua Yaperti Unias, Marinus Gea, SE.,M.Ak. (Kanan). Universitas Nias. (Foto: dok. WahanaNews-Nias/YH), - Kiri. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sejak dipercayakan sebagai ketua Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) Nias di Universitas Nias (Unias). Marinus Gea, bukan hanya pandai berpidato, tetapi secara cermat dan teliti memperhatikan segala kegiatan akademis, demi kemajuan daerah kepulauan Nias (Kepni).

Baca Juga : Dapil II Sumut, Kepni Fokus Dukung Putra – Putri Nias ke Senayan 2024

Workshop pun digalakan dan digancarkan, sebagai salah satu pemompa semangat dosen dan pegawai, supaya benar-benar melahirkan lulusan Unias yang handal dan mampu berkompetisi di Kepni, Sumut maupun nasional.

Tentu dalam workshop yang disampaikan Marinus Gea ada reward dan punishment. Artinya yang berlaku  jujur ada penghargaan, sebaliknya yang tidak jujur, pasti ada ganjaran. Begitulah Marinus punya harapan besar terhadap Unias, ketika dipercaya Ketua Dewan Pembina Unias sebagai Ketua Yaperti Unias.

Namun, apa yang diharapkan Marinus Gea, dan juga banyak tokoh Nias yang tersebar di Indonesia, terutama Jabodetabek, bahwa perbuatan dua oknum dosen yang melakukan tindakan terpuji (baca : joki skripsi) tersebut telah mencoreng dan mencemarkan Kepni secara tidak langsung maupun langsung.

Cara dua oknum dosen melakukan joki skripsi, hanya mengganti judul dan isi atau pabrikasi, yaitu bisa dikategorikan plagiat. Ini perbuatan memalukan bagi dunia Pendidikan tinggi, tandas Marinus Gea dengan kesal dan geram.

Alasan apapun, termasuk uang, tak dibenarkan melakukan joki skripsi. Itu sama saja menjerumuskan mahasiswa yang kuliah di Unias. Yang bodoh bertambah bodoh, yang pintar menjadi bodoh, paparnya.

“Nah, ini begitu dahsyat, begitu besar dosa seorang dosen ketika dikategorikan oleh orang banyak dalam kapasitas sebagai akademisi, sebagai orang pintar lalu menggunakan kepintarannya itu untuk membodohi orang banyak,” tegas Marinus Gea yang juga anggota DPR RI Komisi IX.

Baca juga :  Polres Metro Tangerang Kota Polsek paku haji Giat Penyemprotan Disinfektan

Karena sudah diperingatan berkali-kali, baik melalui workshop maupun kegiatan lainnya. Maka Marinus Gea meminta kepada Pj. Rektor Unias untuk memecat dua oknum dosen Unias secara tidak hormat.

Tak menutup kemungkinan, keterlibatannya bukan hanya dua oknum dosen, diduga ada keterlibatan pegawai juga, itu masih diselidiki lebih lanjut, ujar Marinus Gea.

 

 

1 KOMENTAR

  1. Nah gtu donk.haru tegas.dimna ada penyimpangan langsung tindak.semoga pak Marinus Gea jadi menteri tahun depan.hheeheh

Comments are closed.