Jakarta, NAWACITApost.com - Pengamat politik Nazar EL Mahfudzi mengatakan, peran Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sangat besar dalam mengawal keberhasilan program kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, Moeldoko juga berperan luar biasa dalam menggalang kekuatan loyalis Jokowi dan memberikan kontribusi suara cukup signifikan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.
Karena itu, menurut Nazar, tidak heran nama Moeldoko muncul sebagai salah satu tokoh potensial untuk didukung maju sebagai kandidat wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Nama Moeldoko antara lain muncul sebagai kandidat kuat pada Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar loyalis Jokowi di sejumlah daerah.
"Dalam hal ini, saya kira PDIP yang menyatakan mendukung Ganjar Pranowo sebagai kandidat presiden, seharusnya telah memberikan karpet merah kepada Moeldoko," kata Nazar, di Jakarta, Senin (8/5/2023).
Bahkan, kata Nazar, Moeldoko mengawal pemerintahan Jokowi melebihi peran partai politik yang mendukungnya. Peran dan kontribusi Moeldoko juga dinilai menaikkan kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
Namun, apakah Moeldoko mendapat karpet merah dari PDIP untuk mendampingi Ganjar Pranowo? Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) ini menyebut, hanya partai berlambang banteng moncong putih tersebut yang dapat memberi jawaban.
Menurut Nazar, kalau mau objektif memandang elektabilitas Moeldoko, sudah dapat diukur dari kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi dalam menjalankan program kerja strategis pembangunan nasional untuk diteruskan oleh Ganjar Pranowo dan Moeldoko. "Jadi, elektabilitas Moeldoko sebenarnya tidak perlu dipertanyakan atau melihat berbagai lembaga survei. Selain itu, loyalitas dan integritas Moeldoko juga mempunyai banyak organisasi yang dipimpin untuk bersinergi dengan program kerja Pemerintahan Jokowi," kata dia.
Dia menambahkan, elektabilitas Moeldoko sebenarnya sangat terlihat dari berbagai acara Musyawarah Rakyat (Musra), yang selalu menempati urutan atas melebihi lembaga survei. Moeldoko juga memiliki latar belakang basis militer, berpengalaman di pemerintah serta banyak memberikan keberhasilan dalam memimpin berbagai organisasi.
Selain itu, Moeldoko juga memliki kapasitas ekonomi serta akseptabilitas politik yang luas dan kuat, karena itu berpeluang besar digandeng sebagai kandidat wakil presiden. Nazar mengatakan, salah memilih cawapres justru akan menurunkan hasil survei elektabitasnya yang sebelumnya sudah tinggi.
"Dalam perspektif demikian, masyarakat bisa memahami mengapa menentukan dan memutuskan figur cawapres di Pilpres 2024 ini berjalan alot, lamban, dan prudent," sambungnya.
Sebelumnya, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi mencapai 80 persen. Persentase tersebut merupakan rekor kepuasan tertinggi, di saat Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan lokal maupun global.
Juri menuturkan, setidaknya ada empat isu utama yang menjadi prestasi Jokowi. Pertama, kemampuan dalam mengendalikan berbagai masalah dan tantangan yang bersumber dari global maupun lokal. Misalnya, persoalan ekonomi, perlindungan sosial, kesehatan, hingga penegakan hukum.
Kedua, Presiden Jokowi telah membangun Indonesia dengan perspektif Indonesia-sentris melalui pembangunan infrastruktur dan jalur-jalur konektivitas. Seperti pembangunan jalan tol, tol laut, dan infrastruktur lainnya. "Hal ini menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk memindahkan ibu kota negara,” kata Juri.
Isu ketiga yang menjadi pengungkit meningkatnya kepuasan publik dalah profil presiden dinilai sebagai sosok yang mampu memberi harapan tentang masa depan Indonesia.