Kamis, 4 Juni 2026

KSP: Indonesia Punya Modal Besar Jaga Neraca Perdagangan Tetap Tumbuh Positif

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 30 Maret 2023 | 16:02 WIB

Jakara, NAWACITApost.com - Indonesia masih memiliki modal besar dan peluang untuk menjaga perkembangan neraca perdagangan tetap tumbuh. Di antaranya, melalui peningkatan hilirisasi industri. Khususnya komoditas Nikel, Bauksit, dan Tembaga.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Krisdiyanto mengatakan, kebijakan hilirisasi industri yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, diyakini bisa meningkatkan ekosistem industri dalam negeri dan menjaga perkembangan neraca perdagangan Indonesia dalam jangka panjang.

“Hasilnya sudah ada. Selama 2022, hilirisasi komoditas nikel berhasil meningkatkan nilai ekspor nikel dan turunanannya sebesar 365 persen year on year (yoy)," kata Agung, di Jakarta, belum lama ini.

Agung juga melihat, Indonesia bisa melakukan diversifikasi ekspor ke negara-negara non tradisional, terutama yang telah memiliki perjanjian perdagangan dengan skema tarif rendah. Sejauh ini, Indonesia sudah memiliki perjanjian perdagangan baik regional dan bilateral dengan ASEAN, Jepang, Pakistan, Chile, UAE, Mozambique, Australia, dan Korea.

Selain itu, sambung dia, Indonesia saat ini juga sedang melakukan negosisasi perdanganan dengan Uni Eropa melalui Indonesia – European Union – Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang diharapkan dapat rampung pada akhir 2023. "KSP akan mengawal dan melakukan langkah debottlenecking agar bisa segera mencapai kesepakatan," ujarnya.

Di sisi impor, tutur Agung, pemerintah berupaya menekannya melalui instrumen pengadaan barang dan jasa yang mengutamakan produk dalam negeri. Komitmen tersebut tertuang pada Inpres No 2/2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia.

"Kalangan dunia usaha tetap harus waspada, tapi jangan panik dan khawatir. Kondisi ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik," kata dia.

Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 54,46 miliar dengan persentase peningkatan 53,7 persen year on year (yoy), pada tahun lalu. Jika merujuk pada data bulanan sejak Mei 2020, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 32 bulan berturut-turut. Namun berbagai kalangan menilai, capaian tersebut tidak akan bisa diulang pada 2023 karena terjadi ketidakpastian global.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini