Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Ditengah pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir, banyak penyakit yang menjadi momok masyarakat. Beberapa waktu lalu ada cacar monyet yang cukup meresahkan sebut lebih mematikan dari Covid-19.
Belum selesai dengan Covid-19 dan cacar monyet, muncul virus Hendra yang lebih mematikan dibanding virus Covid-19.
"Fatality rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi. Jika Covid-19 pada tingkat 3-4%, virus Hendra berada pada tingkat 50% kematian," kata Epidemiolog Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, sebagaimana dikutip dari situs resmi Unair.
Para peneliti di Australia mengidentifikasi varian baru virus Hendra yang tidak dikenali sebelumnya, yang menyebabkan penyakit mematikan pada kuda-kuda di Australia. Hasil penelitian menunjukkan adanya dugaan peningkatan risiko penularan ke manusia dibandingkan varian virus Hendra sebelumnya.
Peneliti ketahanan kesehatan global dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mengatakan hasil penelitian di Australia itu masih merupakan "hipotesa" karena faktanya, kasus infeksi virus Hendra masih sangat jarang ditemukan pada kuda, apalagi pada manusia, meski ada ada tren peningkatan kasus.
Secara umum masih cukup jarang. Kekhawatiran itu menjadi satu dasar untuk mitigasi yang lebih kuat, khususnya di surveillance, deteksi dini," kata Dicky
Gejala Virus Hendra
Virus Hendra dapat menyebabkan berbagai macam gejala pada kuda. Pemerintah Australia mengidentifikasi beberapa gejalanya, antara lain demam, peningkatan denyut jantung, berguling dan berkeringat tanpa bunyi perut, sesak napas, keluar cairan dari hidung, gaya berjalan goyah, kehilangan penglihatan, memiringkan dan memutar-mutar kepala, otot berkedut, dan beberapa gejala lainnya.
Di Australia, sebanyak 70% kuda yang terinfeksi virus ini mati. Pengobatan pendukung seperti agen anti-inflamasi dan terapi cairan mungkin bisa dilakukan, tapi pemerintah Australia mengatakan eutanasia mungkin diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi ke manusia - atau ke hewan lain.
Virus Hendra sebenarnya sangat rapuh. Virus itu bisa mati karena panas, sabun atau deterjen, dan dengan pengeringan.
Virus Hendra mungkin dapat bertahan di lingkungan mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari tergantung pada keadaan lingkungan. Kondisi lembab dengan pH mendekati netral membuat kelangsungan hidup virus Hendra lebih lama.
Kelangsungan hidup lebih lama dalam kondisi lembab yang sejuk di mana pH mendekati netral.