BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar
Dewi Sondari merupakan sosok seorang Kepala yang memiliki karakter keibuan. Meski demikian, dirinya tegas dalam mengambil keputusan apa saja. Dia sudah bertugas di Rutan Pondok Bambu sejak Juni 2020 dengan kapasitas rutan 411 orang. Sementara saat ini dihuni 399 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dia menamatkan diri sebagai lulusan AKIP tahun 1989. Tidak lama lagi dia mengemban amanah di Rutan Pondok Bambu masih memiliki waktu 3 tahun lagi untuk mengabdi. Dia pun mengatakan tentang pengabdiannya.
Foto : Karutan Pondok Bambu Dewi Sondari
BACA JUGA: Munarman Dapat Kado Istimewa Ramadhan, Rizieq Shihab Bak Mati Kutu
“Pertama kali saya ditempatkan di Aceh dan bertugas disana selama 10 tahun. Terus saya diamanahkan di Rutan Pondok Bambu ini. Saya benar - benar melakukan segala kegiatan untuk mewujudkan WBK WBBM. Target itu penting ya. Terutama dalam memaknai Hari Bhakti Pemasyarakatan. Tentu harus lebih baik lagi pelayanan kami,” ungkap Dewi. Selain menceritakan kisah hidupnya, ibu dua anak ini dalam kesempatan itu pun menampik adanya isu tidak mengenakkan. Bahwa di Rutan yang dipimpinnya saat ini terindikasi peredaran narkoba dan pungutan liar (pungli). Hal ini menjadi kosentrasi Dewi sejak pertama kali bertugas disana dengan terus melakukan razia.
-
“Ya bekerja sama dengan Polsek dan Koramil setempat guna memastikan hal tersebut diminimalkan. Bahkan diharuskan tidak ada sama sekali,” jelas Karutan Pondok Bambu. Sedangkan terkait isu bahan makanan yang tidak sesuai standar, dia menegaskan. Bahwa bahan makanan untuk WBP sudah memenuhi standar dan kualitas. Bahkan dimasak oleh WBP terpilih. “Soal taste pasti sesuai dengan lidahnya ibu – ibu, pokoknya sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)