Sarman Simanjorang : Vaksin Lancar, Ekonomi Moncer

0
457
Sarman Simanjorang SE, MBA

Jakarta, NAWACITAPOST Disiplin, tegas, pemberi solusi terkait ekonomi praktis layak disematkan kepada  Sarman Simanjorang yang jabatannya diorganisasi tak terbilang jumlahnya. Pernah menjadi Pengurus HIMNI saat Ketua umumnya Sandiaga Uno, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta, Ketua Dewan Pembina Kadin Jakarta, Wakil ketua Umum PRSI,  Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Wakil Ketua Umum Forum CSR, Anggota LKS Tripartit Nasional, Wakil Ketua Umum DPP APPSI. Direktus eksekutif pesta akbar olahraga Asian Games 2018. Belum lagi jabatannya sebagai Presiden komisaris PT Delta Djakarta , Komisaris Utama PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk, dan Komisaris Utama PT Geothermal Energi.

Baca Juga : Sarman Simanjorang Pendamping Yang Selalu Dimintai Pendapatnya

TEPAT jam 10 pagi WIB Jumat 22 Januari 2021, Sarman Simanjorang menepati janjinya untuk bertemu dengan nawacitapost di Kantornya, Apkasi  lantai 21 Sudirman Center, Jakarta Selatan.

“Masa depan kita saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi (resesi ekonomi). Dasarnya, pertumbuhan ekonomi sudah minus 3 kali. Bahkan sudah hampir setahun ekonomi kita stagnan alias tidak bergerak, pengusaha menjerit. Ditambah dengan angka pengangguran yang sudah mencapai 29 juta (PHK dan UMKM yang tidak berusaha lagi).  Khusus di Jakarta, sebagai pusat hiburan contohnya bioskop hampir setahun tidak buka, saya tidak tahu pengusaha-pengusaha itu bagimana sekarang, karyawannya bekerja bagaimana,  itu fakta. Pengusaha-pengusaha kita sudah diujung tanduk, seperti mall, UKM,” urai Sarman mengawali perbincanganya dengan nawacitapost di ruang  rapat utama Apkasi.

Sarman Simanjorang SE,,MBA, Jumat (22/1/2021)

“Maka, satu-satunya jalan bagi pengusaha,  vaksin ini harus sukses. Jika mengandalkan disipliin masyarakat, Saya tidak tahu sampai kapan. Vaksin ini mempercepat pemulihan ekonomi, sehingga secara psikologis bagi masyarakat bisa normal kembali dalam beraktivitas. Maka saya berterima kasih kepada pemerintah untuk mengcover biaya vaksin sinovac  secara gratis,  dan tolong juga kepada pemerintah untuk bagi pengusaha-pengusaha yang punya kemampuan lebih, untuk bisa membeli vaksin secara mandiri, toh ini juga membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksin,  yang tujuannya ekonomi kita bisa bangkit, jika ada yang mempercepat (vaksin mandiri), lalu  kemampuan pengusaha bisa membeli sendiri vaksin,” tutur suami dari Puri Simanjorang.

Sarman Simanjorang bersama istri tercinta (Puri Simanjorang)

Terkait vaksin mandiri,  Sarman menyatakan “Puji Tuhan yang kita ajukan direspon pemerintah. Kelas menengah kita (Indonesia) 50 juta orang, dan mungkin yang punya kemampuan 20 juta orang, sehingga pemerintah sudah tertolong banget dengan  vaksin mandiri, jadi berapa biaya APBN yang bisa dihemat,” jelas Ayah dari Brian Hezron Simanjorang.

Apalagi kelas menengah baru itu, kalau beli vaksin 500 ribu atau 1 juta rupiah, mereka itu siap dan bisa. Daripada menunggu program vaksin gratis dari pemerintah, dan mereka kalau melakukan perjalanan dari suatu daerah ke daerah lainnya di Indonesia harus di swab yang besarnya 1 juta rupiah, maka kalau di vaksin kan bisa mempermudah, dapat  sertivikat, sehingga bisa terbang kemana-mana. Juklak dan Juknisnya bisa disiapkan  dari pemerintah.

Sarman melanjutkan, kalau yang bisa vaksin mandiri menunggu program vaksin gratis, mungkin bisa bulan Juli atau Agustus tahun 2021 menunggunya.

“Kemudian pengadaan semuanya, mulai dari tempat dan biaya (vaksin mandiri) harus dari pemerintah. Ternyata pemerintah merespon, kemarin juga di DPR pak Erick Thohir menyampaikan rencananya vaksin mandiri itu akan beda merk, itu tidak apa-apa,” kata Sarman.

Ada kebijakan baru dari pemerintah, kalau sudah divaksin tidak perlu lagi di swab untuk naik pesawat atau transportasi lainnya.

Vaksin ini sebenarnya menciptakan ‘tentara’ ditubuh kita. Tentara yang siap melawan musuh, kan itu tujuannya. Kalau sudah kena (posistif Covid – 19 lalu sembuh) tidak perlu divaksin karena sudah ada tentaranya. Lebih baik kasih yang belum pernah, itu tujuan sebenarnya.

Secara psikologis adanya vaksin ini membantu masyarakat  untuk tidak takut keluar rumah, bekerja, itu yang paling penting. Sebab, khususnya di kota-kota besar, Jakarta, perekonomian itu tumbuh, kalau pergerakan manusia itu banyak.  Dan itu bisa terjadi transaksi ekonomi. Sebagai kota jasa,. Sehingga kalau pergerakannya manusia dibatasi, bagaimana itu bisa membangkitkan pergerakan ekonomi, paling yang online, cuman kan terbatas.

Contoh realnya di pabrik, misalnya bergerak di bidang makanan dan minuman atau farmasi, jika saat ini ada pembatasan PSBB, maka kalau pengusaha pabriknya mampu di vaksin mandiri, itu sangat membantu aktivitas usahanya tersebut secara normal.

Yang jelas dan pasti, kita berdoa supaya vaksin lancar dan ekonomi pun bisa moncer, pungkas Sarman yang pergaulannya luas dan sangat dekat (kemampuannya) mulai dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno,  Pengusaha Anindya Bakrie, serta dengan 416 Bupati (Apkasi) seluruh Indonesia.