Dirut Garuda : Saya berharap Kemenhub Longgarkan Protokol New Normal Maskapai

0
240
Dirut Garuda : Saya berharap Kemenhub Longgarkan Protokol New Normal Maskapai

Jakarta, NAWACITAPOST – Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melonggarkan protokol new normal maskapai. Pelonggaran tersebut salah satunya, ia harapkan bisa dilakukan pada kewajiban melakukan physical distancing.

“Saya berharap Kemenhub dan Gugus Tugas akan mengeluarkan policy (peraturan) baru new normal yang memungkinkan kami lebih terelaksasi dalam melakukan penerbangan ke depan,” ucapnya pada Jumat (5/6).

Irfan menyebut protokol penerbangan saat ini yang mengharuskan physical distancing di dalam pesawat memberatkan maskapai. Belum lagi kewajiban setiap penumpang untuk menyertakan surat bebas covid-19 lewat tes swab polymerase chain reaction (PCR) yang dibanderol hingga Rp2,5 juta.

Baca Juga : Perawat dan Dokter di New York Protes Kematian George Floyd

Irfan berharap  protokol disederhanakan dengan cukup mewajibkan penumpang melakukan rapid test sebelum penerbangan. Layanan ini, katanya, dapat disediakan maskapai sehingga penumpang tidak perlu repot-repot mencari tempat pengecekan yang hingga saat ini masih sulit didapatkan.

Selain protokol yang lebih jelas, proses refund (pengembalian uang) pun akan lebih mudah. Irfan memaparkan maskapai bisa langsung melakukan refund kepada calon penumpang yang dinyatakan positif virus corona.

“Namun yang paling penting bukan apa yang kami mau, tapi apa yang masyarakat inginkan. Kalau disimpulkan masyarakat maunya ada jaga jarak dalam pesawat, kami ikuti,” katanya.

Dalam menyambut tatanan normal baru, Garuda juga tengah menyiapkan protokol pelayanan baru. Seperti pemakaian face shield dan masker oleh awak kabin dan peningkatan sterilisasi alat makan dalam kabin.

Ke depan, minuman dalam pesawat hanya akan disediakan dalam bentuk botol bersegel untuk menghindari penggunaan gelas dan wadah makan lainnya.

Selain itu, tidak ada lagi bacaan dalam bentuk fisik seperti brosur, majalah, dan koran di dalam pesawat. Sebagai gantinya akan disediakan bacaan dalam bentuk digital.

“Setiap penumpang akan dikasih safety kit seperti masker dan sebagainya yang juga bisa dijadikan oleh-oleh,” ujar Irfan.