Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Dua kali kalah Capres di Pilpres 2014 dan 2019, tak menyurutkan langkah Partai Gerindra untuk mencapreskan kembali, Ketua Umumnya Prabowo Subianto ikut di Pilpres 2024.
Baca Juga : Ini Alasan Surya Paloh Bertemu Prabowo di Hambalang
Walaupun kalah di Pilpres 2014, Kursi Gerindra di DPR naik dratis dari 26 kursi (2009) menjadi 73 kursi (2014), naik hampir 200 %. Gerindra pun menjadi partai oposisi.
Pilpres Kedua tahun 2019, Prabowo kalah lagi, tetapi legislator di Senayan dari 73 menjadi 78, Gerindra masuk di Kabinet Indonesia Maju dengan menempatkan 2 kadernya, seperti yang diminta Presiden Jokowi.
Pilpres 2024, Menhan Prabowo akan berlaga untuk Ketiga kalinya, sebagai Capres. Itu didasarkan pada pertemuan akbar kader Gerindra di Sentul Bogor, Agustus 2022.
Hanya dalam waktu 5 bulan, sejak Agustus 2022, tepatnya Januari 2023, PKB bergabung dengan Gerindra dengan membuka kantor politik bernama Sekretariat Bersama (Sekber) dikawasan Menteng, Jakarta.
Walaupun, kedua partai belum deklarasi secara resmi, menjadi Capres -Cawapres, tetapi langkah kedua partai ini, sudah terfokus pada Prabowo Capres, dan kalaupun kalah nanti di Pilpres, setidaknya di Pileg. akan menambah kursi di Senayan.
Apalagi, kedekatan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati menjadi modal penting, Prabowo menjadi Presiden RI ke-8.