Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ketika Jokowi membangun banyak jalan tol, bukan hanya yang ada di Pulau Jawa, tapi di pulau ; Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Cibiran dan cacian terus bergaung sampai saat ini. Ironisnya, yang mencibir itu merasakan dan menikmati jalan tol yang dibangun oleh kakek lima cucu itu. Termasuk membangun bendungan, transportasi umum modern, dan infrastruktur lainnya.
Baca Juga : Belum Genap Setahun, Unias Terima 1206 Mahasiswa Baru, Ketua Yaperti Nias Marinus Gea : Semua Berperan Penting
Deskripsi ini nampaknya mungkin tepat disematkan kepada seseorang atau sekelompok orang yang membangun Kampus di kampung halamannya. Katakanlah Universitas Nias (Unias) yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) Nias. Umpatan, dan cibiran terus digelorakan.
Padahal Kampus yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Nomor 118/E-S, Ombolata Ulu, Kota Gunungsitoli, sudah mempunyai surat izin resmi dari Kemendikbud Ristekdikti Nomor 400/E/O/2021, tetap saja di cibir, bagaimana kalau tak punya surat izin resmi pendirian kampus? Cibirannya mungkin lebih dahsyat.
Baca Juga : Kuliah di Unias dengan Mengumpulkan Hasil Panen, Ketua Yaperti Nias Marinus Gea Beri Beasiswa kepada Asria Harefa
Dengan (mereka) menyebut Unias dikuasai oleh partai A, dan kepengurusannya menempatkan kader si A. Bahkan mengatakan, Kampus ini kental dengan politik ke partai A.
Baca Juga : Akibat Joki Skripsi, 2 Oknum Dosen Unias Dipecat Tidak Hormat, Marinus Gea : Kepintarannya Membodohi Mahasiswa
Demikian salah satu penggalan kalimat yang disampaikan aktivis Forum Pemerhati Demokrasi Kepulauan Nias (FPDK), Faigiziduhu Ndruru biasa disapa Ama Putri, ketika dihubungi Nawacitapost.com, via aplikasi WhatsApp, Kamis (15/9/2022).
Baca Juga : Faigiziduhu Ndruru : Yakin, Tidak Lama Unias Jadi Kampus Pilihan dari Luar Kepni
Terlepas dari itu, Ama Putri menegaskan “Saat ini banyak hal yang telah dilakukan Unias, mulai dari penerimaan Dosen dengan latar belakang (lulusan) dari Universitas-Universitas terbaik dari Indonesia, bahkan lulusan dari luar negeri. Termasuk, penataan manajemen pendidikan. Hal ini menandakan, bahwa manajemen Unias memang ingin memperbaiki dan memastikan bahwa perubahan tidak sekedar perubahan, tapi perubahan adalah hasil nyata memajukan Kepulauan Nias (Kepni), melalui pengembangan diri atau kemampuan SDM dari Nias yang siap bersaing di dalam regional kepulauan Nias, dan juga dari luar Kepni.”
Jadi, Unias menurut kami (Ama Putri), dari apa yang kami dapatkan informasi, baik dari medsos maupun dari berbagai diskusi dengan berbagai teman, yang punya kepedulian kependidikan, tentang apa yang paham dilakukan Unias ini, memang Unias ini mempersiapkan SDM-nya. Tujuannya, untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Sehingga, mahasiswa yang kuliah (menuntut ilmu) di Unias, tidak bisa lagi hanya sekedar kuliah, melainkan benar-benar diterapkan disiplinnya, norma-norma atau aturan-aturan proses pendidikan yang ketat, ungkapnya.
Kalau dulu, ada isu mengenai skripsi mahasiswa dibantu oleh dosen, dan itu harus dirubah alias kejadian itu tidak boleh terjadi lagi. Ini saya sampaikan tadi bahwa gebrakan yang dilakukan manajemen Unias, adalah Pil Pahit tapi menyehatkan ke depan
Yang jelas, gebrakan untuk menuju perubahan di Unias, ibarat kapsul pahit tapi kedepannya menyehatkan. Maka, yang terjadi akhir-akhir ini sebagai suatu terobosan, yang dilakukan oleh manajemen atau kepemimpinan di Unias dengan berbagai dan terobosan ini, tidak semua menerima sebagai hal yang positif, ada juga sebagian kecil juga yang menanggapinya dengan negatif. Artinya ini lumrah terjadi, sepanjang seseorang belum melihat hasilnya, ya tentu orang berhak untuk pesimis juga berhak juga untuk optimis, jelasnya.
Namun, pada keseluruhan apa yang dilakukan oleh manajemen, pada gebrakannya memperbaiki. ingat saya ulang, gebrakannya memperbaiki supaya Unias mampu menghantarkan mahasiswanya siap dengan persaingan global. Khusus, bagi masyarakat yang ingin kemajuan SDM Kepni menemukan titik kebangkitannya yang handal (SDM) maka diharapkan memberi dukungan perubahan-perubahan, pada gebrakan terobosan-terobosan yang saat ini telah dilakukan Unias.
Terkait kampus, Ama Putri berharap, jika ada kampus yang lain yang berada di Kepni, untuk juga berbenah. Sebab, bagaimanapun tidak mungkin mahasiswa yang kuliah di Unias, yang akan maju ke depan, harus ada pemerataan kualitas Pendidikan. Alangkah lebih bagusnya, di seluruh kampus yang ada di Kepni. Caranya, jangan mengedepankan persaingan, tetapi bersinergi, saling tukar pikiran bagaimana supaya masing-masing kampus yang ada di sana (Kepni) menopang dan mendukung untuk sama-sama maju, sehingga seluruh SDM Nias yang berkuliah atau menempuh jenjang pendidikan tinggi di manapun (kampus) Kepni tetap memiliki kualitas yang sama.