Kiri ke kanan : Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbnaingrum (23 Mei 2010 – 30 Maret 2013), Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY (30 Maret 2013 – 15 Maret 2020). Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sejumlah partai baru, juga partai yang belum lolos ke Parlemen Senayan, plus partai lolos ke Senayan, telah resmi mendaftar ke KPU pusat, untuk diikutsertakan pada Pemilu serentak 2024.

Baca Juga : SBY Diduga Punya Peran Memecah Belah PKB dengan Gus Dur

Khusus, partai baru dan partai yang belum lolos ke Senayan, agar bisa ikut serta pada pemilu kurang dua tahun dari sekarang, syaratnya hasrus diverifikasi KPU secara administrasi dan fisik (kelengkapan pengurus dan sekretariat), terakhir oleh Kemenkumham. Sementara 9 partai yang lolos ke Senayan pada 2019, hanya diverikasi administrasi oleh KPU.

Baca Juga : Di Era SBY, Ketegasan dan Keberanian Sri Muyani Dihalangi, Jokowi Malah Suruh Gaspol

Ada dua partai yang pernah berteman akrab saat Pemilu 2004, 2009, dan dan kurang setahun dari 2014, tetapi terpisah karena adanya perbedaan tajam. Partai Demokrat SBY dengan  Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)  besutan Anas Urbaningrum.

Baca Juga : Anas Urbaningrum Ajak Debat Terbuka ke Eks KPK Yang Menjeratnya, Cikeas -SBY Ketakutan

Hampir 10 tahun lebih, Anas dan SBY berteman akrab secara personal dan tugas kenegaraan dalam beda bidang,  Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat (23 Mei 2010 – 30 Maret 2013) dan SBY  Ketua Umum DPP Partai Demokrat (30 Maret 2013 – 15 Maret 2020).

Bila PKN lolos menjadi peserta parpol Pemilu 2024, maka Demokrat SBY akan bertarung untuk merebut suara yang selama ini, Cikeas mengeruk suaranya buat pemilu dalam berbagai ajang.

Maka, pemilu 2024, Demokrat harus bersiap-siap untuk berbagai atau mungkin mendapat pemilih yang berkurang, karena pemilih PKN irisannya sama dengan Demokrat SBY.

Baca juga :  9 Calon Jamaah Haji Meninggal Dunia

Sejumlah tokoh yang pernah dibuang, dilempar dan dicampakan SBY, akan bergabung dengan PKN besutan mantan Ketua Umum HMI pada saat  awal reformasi 1998 -an.

Yang jelas, Demokrat bisa saja berkata partai baru bukan ancaman, tapi khusus PKN akan menjadi ancaman serius, karena kalau PKN menjadi peserta Pemilu, suara Demokrat menurut netizen akan turun drastis, atau mungkin juga tidak  lolos ke Senayan 2024.