Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat SBY menjadi Presiden RI ke-6. Infonya, ketika ada perpecahan dua kubu di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pada tahun 2008, antara Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syura PKB dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Baca Juga : Poros Nasionalis Hati-Hati, SBY – JK di Pilpres 2024 Menginginkan Tiga Capres

Ayah dari AHY dan Ibas ini hanya mendiamkan. Alasannya kedua kubu partai tersebut sudah ditangani pengadilan.

Padahal, hasil keputusan pengadilan, menegaskan pengembalian pengurus PKB kepada hasil muktmar Semarang tahun 2005.

Artinya Ketua Umum dan Ketua Dewan Syuronya namanya tetap alias tak berubah.

Namun, yang terjadi, malah nama Muhaimin  yang di terima oleh Menkumham kala itu (2008), sementara ketua dewan Syuro Gus Dur, tak diakomodir Kemenkumham.  Alasannya, karena berdasarkan surat penyertaan dari Cak Imin.

Seharusnya, Kemenkumham berpegang pada hasil sidang pengadilan. Yaitu, Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB dan Ketua Dewan Syuro PKB, Gus Dur.

Diduga, diamnya SBY atas  adanya dua kubu PKB dan lebih condong ke kubu Muhaimin Iskandar, karena kakak kandung dari Menteri Desa ini mendukung kebijakan SBY di DPR.

Peran SBY di PKB boleh dibilang bukan mendamaikan, malah mendekat ke kubu yang berseberangan dengan Gus Dur.

Taburan yang SBY lakukan itu. Terbukti menuai gejolak juga di internalnya partai Demokrat. Perpecahan kubu Demokrat tak terelakan. Walaupun, akhirnya SBY- Cikeas tetap menjadi bagian partai yang diakui pemerintahan Jokowi.

Namun, perlahan demi perlahan, perpecahan Demokrat Cikeas semakin menganga lebar. Demokrat di daerah-daerah, kader dan pengurusnya mulai berpindah ke partai lain.

 

 

 

 

Baca juga :  Kemendagri Minta Pemda Lelang Pengadaan Barang dan Jasa di Awal Tahun