Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bersama Soeroto Reksopranoto, R Soeharso banyak membantu pertolongan kepada orang-orang yang menderita, akibat peperangan sekira tahun 1946.
Baca Juga : Mendapat Sertifikat Paripurna dari KARS, RS Santa Elisabeth Bantul Yogyakarta Terus Berinovasi
Banyaknya korban perang, yang menderita patah tulang sampai ada yang diamputasi, memutuskan ia mendirikan Rehabilitasi Centrum (RC), kemudian berubah menjadi lembaga Orthopedi Prothese (LOP), sampai akhirnya yang kita kenal sekarang ini namanya Rumah Sakit (RS) Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Begitulah website resmi rso.go.id menjelaskan.
Baca Juga : RS UNS di Kota Asal Presiden Jokowi, Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik untuk Semua Pasien
Sebagai pendiri dari rumah sakit ini, Prof. Dr. R. Soeharso sekaligus menjadi Direktur Utama (1945 - 1971), yang dirintisnya dari tahun tahun 1946 sampai 1971.
Saat ini yang menjabat orang nomor satu di RS yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Surakarta, Jawa Tengah kode pos 57162, Dr. dr. Pamudji Utomo, Sp.OT (K) tahun 2015 – sekarang, atau Direktur yang ke-10.
Hingga saat ini RS. Ortopedi Prof Dr. R. Soeharso Surakarta mengalami perkembangan pesat setelah mendapat bantuan dan dukungan terutama pendanaan dari Kolonel Gatot Soebroto, yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Militer untuk Surakarta, Pati, dan Madiun.
Mencetak beberapa tenaga dokter spesialis Bedah Ortopedi. Satu-satunya Dokter yang juga seniman yang ikut melestarikan budaya Keraton Surakarta, karena jasanya memprakasai Sendratari Ramayana yang sampai saat ini masih digelar, dilestarikan di kawasan Candi Prambanan.
Setelah meninggal tahun 1971 diusia 59 tahun yang kemudian beliau Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional di Bidang Ortopedi, Penghargaan Bintang Maha putra serta penghargaan lainnya
Dalam perkembangannya lembaga dengan nama Prof. Dr. R. Soeharso ini berkembang secara dinamis terutama dalam hal ini RS. Ortopedi mengalami perkembangan yang cukup berarti setara dengan perkembangan ilmu kedokteran, terutama menyangkut dalam pelayanan ortopedi dan Rehabilitasi Medik Paripurna. Prof.DR.R. Soeharso mengembangkan atau mempelopori proses pelayanan Ortopedi & Rehabilitasi Medik secara Paripurna sesuai dengan perkembangan kedokteran waktu itu dan menerapkan konsep WHO.
Saat itu didukung berbagai peralatan Ortopedi dan rehabilitasi Medik dan dipenuhi semangat pengorbanan yang tinggi maka dipersiapkan lahan yang luas di Pabelan yang akhirnya menjadi RS. Ortopedi Prof Dr. R. Soeharso Surakarta.
Rumah sakit yang mempunyai motto cekatan, cepat, akurat, aman, dan nyaman dengan budaya kerja integritity, respect for the individual excellent, cost effectiveness.
Adapun Visinya “Menjadi RS Ortopedi Unggulan dengan Pelayanan Prima. Unggulannya. Menerapkan teknologi minimally invasive pada 25 persen operasi yang dilakukan di RS Ortopedi Prof. dr. R Soeharso.
Klinis yang tersertifikasi sesuai dengan profesinya masing-masing, dan setiap layanan unggulan memiliki minimal 1 tim (dedicated).
Pelayanan Prima No-delay (on-time delivery) No-error (reliabel) No – harm (mutu klinis sesuai standar) No – complaint.
Sementara Misinya. Mewujudkan pelayana sub spesialistik ortopedi traumatology terintegrasi Pendidikan dan penelitian secara paripurna. Mewujudkan manajemen rumah sakit dengan kaidah bisnis yang sehat, efektif dan akuntabel. Mewujudkan sumber daya manusia yang professional, inovatif dan kreatif. Mewujudkan jejaring pelayanan yang berkelanjutan.
Yang jelas dan pasti, Rumah Sakit yang menjadi Pusat Rujukan Nasional secara Cepat, Akurat, Aman, dan Nyaman, samakin nyata dan berdampak luas, bukan hanya bagi warga Solo raya, tetapi seluruh Indonesia.
(Kerjasama KARS dengan PT Media Nawacita Indonesia : Nawacitapost, dan Nawacita TV)