Gibran dan Ahok (atas). Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pengurusan KTP Gratis, biaya SPP SD – SMA Negeri free biaya. Itu dimulai dan dilakukan di era Jokowi, diteruskan Ahok.

Baca Juga : Pidato di Kota Paris, Gibran Cetak Sejarah Baru

Bukan hanya itu, Ahok pun menggebrak dengan membuat sungai-sungai besar dan kecil serta gorong-gorong menjadi  bersih. Caranya melibatkan warga setempat untuk bekerja 24 jam dibagi dalam 3 shift kerja. Pasukan oranye dan ungu pun tersebar dan membuat indah dan bersihnya kota Jakarta. Membuat taman tempat bermain anak yang lebih dari layak, secara gratis.

Baca Juga : Terbuktinya Ucapan Ahok di Pengadilan, Musuhnya pun ….

Hasil dari semua gebrakan itu, menorehkan prestasi bagi anak-anak usia sekolah tersebut. Tak hanya itu, dampaknya tawuran mendekati zero persen, tingkat pengangguran sangat berkurang. Membuat orang super kaya yang bermukim di Jakarta, selain taat membayar pajak, mereka juga turut membantu warga miskin dengan berbagai cara.

Kini Anies memimpin Jakarta, mau tak mau, meneruskan langkah yang telah ditorehkan Jokowi dan Ahok,  tetapi dia menghilangkan pasukan oranye dan ungu lenyap dari Jakarta.

Kabarnya, APBD Jakarta yang saat era Ahok diberikan kepada pasukan pembersih ibu kota diberikan banyak kepada para pendukungnya, supaya tidak kentara diberikan sedikit kepada yang belum mendukungnya.

Bahkan, di era Jokowi dan Ahok, banjir dan kemacetan berkurang, serta polusi udara bersih dihirupnya, warga miskin pun berkurang secara signifikan.

Namun, kabarnya di era Anies, seperti diberitakan berbagai media, warga miskin bertambah mengulang saat 15 tahun lalu, polusi udara Jakarta tercemar, keindahan kota Jakarta semakin jelek.

Oktober 2020, Anies akan lengser, secara konstitusi Pilkada, dan menurut konstitusi juga, 2024 baru akan ada lagi laga Pilkada secara serentak, Jakarta termasuk yang akan menghelat laga Pilkada.

Baca juga :  Mayoritas Parpol Dukung Gibran di Pilwalkot Solo

Terkait Pilkada Jakarta 2024, warga Jakarta sudah tak ambil peduli dengan pemimpin yang berbeda agama. Warga pun menyebut nama Ahok, dikembalikan lagi, dan partai-partai mengusungnya. Tujuannya, supaya Jakarta bersih, indah, dan sejahtera warganya bukan hanya lips servis. Yang bisa mewujudkan itu, ayah dari Nocholas Sean.

Sementara untuk Pilkada Jawa Tengah (Jateng) 2024, nama Gibran terus disebutwarga Jateng, serta terus menguat di 26 Kabupaten dan 6 Kota. Warga meminta agar partai mengusung suami dari Selvi Ananda ini berlaga di Pilkada Jateng.

Alasan warga Jateng itu, ayah dari Jan Ethes Srinarendra, dan La Lembah Manah ini, mampu mengatasi persoalan warga, dan meningkatkan kesejehteraan rakyat.

Yang jelas dan pasti, Gibran di Jateng dan Ahok kembali pimpin Jakarta, akan membuat warga  provinsi lainnya bisa cemburu? karena dua pemimpin itu sudah selesai dengan dirinya. Artinya, dijamin APBD yang telah diatur dalam konstitusi akan digunakan sebesar-besarnya buat meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.