Prabwo Subianto bersama Rizieq (atas) Prabowo Capres 2019. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ungkapan dalam politik tak ada lawan dan kawan abadi. Benar-benar dilakukan Partai Gerindra. Terbukti Wakil Ketua Umumnya, Ferry Julianto meminta Rizieq Shihab, Munarman dan aktivis Islam lain yang dipenjara minta dibebaskan.

Baca Juga : Pilpres 2024 : Siapapun Duet dengan Anies, Identik Intoleran dan Radikalisme

Terkait itu, Ferry berjanji dalam waktu dekat akan berkirim surat ke Presiden Jokowi.

Tentu apa, yang dilakukan kader Gerindra, pasti diketahui Prabowo Subianto. Maklum, ini mendekati Pilpres 2024, yang tinggal 2 tahun lagi,

Seperti diketahui, saat  Pilpres 2019. Salah satu kantong suara Capres Prabowo disumbang kelompok dari Rizieq Cs.

Gerindra butuh suara dari kelompok eks FPI di Pilpres 2024. Pertanyaannya, bukankah Prabowo saat lebaran pertama (2 Mei 2022) bersilaturahmi ke Presiden Jokowi di Yoga dan Ketua Umum PDIP Megawati di Jakarta? Itu bagian dari adanya sinyal meminta dukungan untuk Pilpres 2024. Terlalu dini menjawabnya.

Salah satu bukti, belum terjawabnya sinyal dari Teuku Umar 27, Menteng Jakarta. Membuat kader Gerindra bergerilya. Yaitu, akan mengirim surat ke  Presiden Jokowi meminta Rizieq Cs dibebaskan secara amnesti (pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana tertentu).

Jika, memang belum ada tanda-tanda, apalagi kepastian dari ibunya Puan ke Prabowo soal Capres 2024. Kemungkinan Gerindra (atas restu Prabowo) akan menggertak Megawati, caranya meminta Rizieq Cs dibebaskan. Kenapa bukan ke Jokowi gertaknya?  Karena Jokowi tak bisa digertak.

Sementara Megawati punya hubungan khusus dengan Prabowo. Walaupun sempat berbeda pilihan pasca 2004.

 

Baca juga :  Gempa M4,8 Bali: Jalan Terdampak Longsor Sudah Bisa Dilewati, Waspada Alur Lembah Sungai dan Tebing Terjal serta Opsi Perkuatan Bangunan Berbasis Masyarakat