Kamis, 4 Juni 2026

Pilpres 2024 : Siapapun Duet dengan Anies, Identik Intoleran dan Radikalisme

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 12 Mei 2022 | 10:55 WIB
Kolase
Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Katakan Anies Baswedan masuk dalam bursa Pilpres 2024. Seperti yang disebut beberapa lembaga survei politik. Kemudian tiket laganya adalah Capres. Berarti tinggal menentukan pendampingnya.

Baca Juga : Jika Anies Baswedan Presiden, Radikalisme dan Intoleransi Merajalela


Walaupun pasangannya, katakanlah berlatarbelakang anti toleran, dan anti radikalisme. Tetapi tetap saja warga akan melihat Anies-nya, dan pasangannya akan kena getahnya.

Sebut saja menang di Pilpres. Anies bersama pasangannya tetap ditagih tentang jaminan rasa aman dan paham intoleran dan radikalisme tidak terjadi.

Maklum, di era Anies sebagai Cagub 2017, dan Gubernur Jakarta 2017 -2022. Paham-paham yang disebut itu. Tumbuh subur dan berkembang untuk rentang waktu 2017 – 2020. Kedekatan dengan Rizieq Shihab (eks FPI)  masih terus dipelihara Anies sampai sekarang.

Walaupun di akhir tahun 2020 FPI telah dibubarkan, secara organisasi, tetapi paham-paham ini tetap ada dan bergerak secara sembunyi-sembunyi, dan bergerak menebeng gerakan aksi demo mahasiswa, seperti yang terjadi pada 11 April 2022. Aksi demo itu rusuh, dan dosen Fisip UI, Ade Armando menjadi korban kelompok intoleren dan radikalisme.

Konon kabarnya, Anies melalui kaki tangan kepercayaan, selain untuk mengetahui kabar Rizieq di penjara. Tujuannya, tentu memelihara simboisis mutualisme (saling menguntungkan antara Anies dan Rizieq), tetapi merugikan sebagian besar warga.

Mendekati Pilpres 2024, Anies mau tidak mau butuh suara dari eks FPI yang identik dengan inotelaran dan radikalisme. Karena, ceruk suara eks FPI diharapkan Anies.

Tragis dan parahnya lagi, bila Anies menjadi orang nomor satu Indonesia. Polarisasi sesama warga semakin menganga lebar. Akibatnya, kesenjangan ekonomi dan sosial. Hanya dilakukan dengan tambal sulam, tetapi kebocoran  dan banjir intoleran serta radikalisme terus berkembang secara masif.

Namun, perlu diingat warga yang menempatkan Pancasila dan kebhinekaan sebagai pondasi berbangsa dan bernegara, berharap Anies dan pasangannya kalah Pilpres. Maka, rasa syukur bergema di seantaro wilayah nusantara Indonesia.

Para pendiri bangsa yang telah menegakkan nilai-nilai kebhinekaan, akan tersenyum dan gembira. Kemajemukan bukan hanya masih ada dari dulu dan kini, tetapi terus digelorakan dan dipraktekan dalam lingkup bermasyarakat secara bermartabat.

Maka, Anies dan pasangannya hanya bisa menonton, dan syukur-syukur bisa sadar ke jalan yang benar, tapi bisa gak ya?

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB