Kamis, 4 Juni 2026

Setelah Jokowi Tak Lagi Presiden, Mungkinkah Eks HTI - FPI Berjaya Lagi?

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 11 April 2022 | 14:29 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pernyataan Menteri Agama Gus Yaqut baru-baru  ini, yang menyatakan eks HTI - FPI masih bergerak walaupun dibawah tanah (secara sembunyi-sembunyi). Itu salah satu pesan kuat dari mantan orang nomor satu Ansor, bahwa dua eks ini mungkin akan bangkit lagi. Harus diwaspadai mereka, tegasnya.

Baca Juga : Waspada! FPI Baru Bersatu Dengan Parpol Oposisi Membangun Kekuatan Politik di Pemilu 2024


Tentu dengan jubah dan  baliho berbeda. Tentu, syarat utamanya,  Jokowi tak lagi sebagai Presiden. Proses menunggu dua (2) tahun akan membuat mereka, saat ini bakal menyusun kekuatan. Apalagi dua eks ini tak akan pernah menyerah. Hanya tidur dan tiarap saja mereka melakukannya disaat ini.

Mereka memang telah bubar secara organisasi, HTI dengan peraturan yang diperkuat keputusan Pengadilan Negeri  Jakarta Timur. FPI tidak diperpanjang oleh Mendagri.

Momen Pemilu serentak 2024 di Pebruari, yaitu perhelatan Pilpres, akan dimanfaatkan secara seksama olehnya. Jumlah warganya yang punya KTP untuk ikut Pemilu akan dijadikan tawar menawar kepada pasangan capres – cawapres. Disinilan peran dimanfaatkan dan memanfaatkan akan dimainkan dua eks tersebut.

Apalagi pernyataan Jokowi taat konstitusi untuk dua (2) periode jabatan Presiden, Seakan bagi dua eks itu, menjadi angin sejuk dan udara segar untuk eksis lagi?

Baginya, Jokowi adalah tembok dan penghalang, mereka tak bisa bergerak secara bebas dan leluasa. Pasalnya ditangan ayah dari Gibran itu kekuatannya tereduksi, tercabik dan terputus serta dicampakan.

Bahkan sejak pembubaran  dua eks ini. Penangkapan teroris dengan peran berbeda dari para terror itu hanya ada di era Jokowi.

Semoga saja. Siapa pengganti Jokowi? Berharap dua eks itu tenggelam, bukan sebaliknya.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini