Wakil Ketua Umum Kadin Pusat, Sarman Simanjorang. foto nawacitapost.com/nandika, Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Gelombang ketiga, berupa tingginya angka positif Covid-19 di Indonesia mulai terjadi di Indonesia. Itu ditandai dengan banyaknya masyarakat yang terpapar oleh virus varian jenis omricon. Jumlahnya sudah mencapai 17 ribu lebih (baca : data Kemenkes 2 Pebruari 2022).

Baca Juga : Sarman Simanjorang : Vaksin Lancar, Ekonomi Moncer

“Ya memang dari sisi pengusaha, kita sudah memperkirakan, bahwa dengan munculnya varian-varian baru covid ini, gak tertutup kemungkinan kita juga akan berdampak Kembali,” tutur Wakil Ketua Umum Kadin Pusat, Sarman Simanjorang ketika ditemui nawacitapost.com dan nawacita TV di kantornya Kawasan Sudirman Jakarta, dengan prokes ketat, Rabu (2/2/2022) siang.

Seragam Jaket yang sama (searah jarum jam) : Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Wakil Ketua Umum Kadin Pusat, Sarman Simanjorang. foto Instragram Sarmansimanjorang.

Menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta, munculnya varian baru, omricon. Kelebihannya, ia cepat bermutasi dan menyebar, tapi tidak seganas varian delta, tetapi kita tetap waspada, tegasnya.

Namun, sebenarnya kita (pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha) dalam perjalanannya (baca : gelombang kedua pada Juni -Juli 2021) mampu mengendalikannya, jelas Komisaris Utama PT Geothermal Energi Pertamina.

Bahkan kita sudah diakui dunia, sebagai lima (5) besar negara yang  mampu mengendalikan Covid ini, mengalahkan Singapura yang begitu canggih selama ini, dan Malaysia misalnya, padahal jumlah penduduk kita banyak.

Terkait itu, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tidak ada dampak yang sangat signifikan, ujarnya.

Kembali ke gelombang ketiga ini, memang secara psikologis, dampaknya kepada pengusaha itu pasti besar. Karena, ketika bicara peningkatan covid. Psikologis pengusaha akan terganggu, karena apa? Pemerintah, mau tidak mau akan memberlakukan, yang namanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PKM level 3, 4 dan mungkin PPKM darurat, katanya.

Baca juga :  Perluasan Ganjil-genap, Tarif Angkutan Umum Harus Lebih Murah

Supaya gelombang ketika tidak menyebar luar biasa dan bisa dikendalikan, kunci utamanya. “Kebersamaan, kekompakan dan kesadaran kita bersama, untuk betul-betul mematuhi prokes. Kepada petugas satgas covid pemerintah, di semua tingkatan untuk tidak lengah, tetap melakukan pengawasan, sosialisasi, bahkan aturan tegas kepada siapa saja,” tandas Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

“Kalau memang ada komponen masyarakat kita yang melanggar aturan prokes, ya monggo ditindak. Saya juga menyatakan, sebagai pengusaha, kalau pengusaha nyata-nyata nmelanggar prokes, diberikan sanksi,” jelasnya.

Sebab kita ingin gelombang ketiga tidak lama. Kita ingin ekonomi pulih dan bergairah Kembali dunia usaha. Kita ingin sektor usaha bangkit Kembali di tahun 2022. Yang mana selama dua tahun sector usaha (terutama jasa) sangat berdampak pada pembatasan aktivitas terbatas, jelasnya.

Suami dari Puri Simanjorang ini optimis, bahwa kebangkitan awal ekonomi di tahun 2022 ini akan bergeliat, bertepatan dengan bulan puasa pada 3 April 2021 dan Idul Fitri. Dimana, perputaran uang paling besar pada momentum tersebut.

Terkait masih adanya pandemi, stimulus atau relaksasi, berupa bantuan modal dan pembelian produk UMKM dari pemerintah (termasuk BUMN) masih diberlakukan dan diterapkan.

Ayah dari Brian Hezron Simanjorang ini optimis target pemerintah akan pertumbuhan ekonaomi di tahun 2022 sebesar 5 sampai 5,5 persen, pasti tercapai, pungkasnya.