Foto : Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama Presiden Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat mahasiswa pernah menjadi Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015 -2019. Menjadi Direktur tim kampanye Capres Jokowi – KH Ma’ruf Amin. Kini Menteri Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal  disingkat BPKM 2019 -2024. Begitulah perjalanan seorang Bahlil Lahadalia.

Baca Juga : Pahitnya Hidup Bahlil Lahadalia, Kini Manis Duduk Kursi Menteri Investasi

Ketika Indikator Politik melakukan rilis resmi di awal tahun 2022, tentang Jokowi sebagai King Maker 20224. Bahlil tak ketinggalan menimpalinya. Tentu ucapannya terkait dalam segmen pemulihan ekonomi.

Bahlil menyebut, jabatan Presiden perlu diperpanjang. Memang ucapan diperpang itu tak disebutkan berapa lama. Mungkin bisa 2 atau 3 tahun mendatang. Alasannya, karena Indonesi mulai banhkit pertumbuhan ekonominya. Setelah diterpa masalah dashyat oleh Covid-19. Pemerintah selama hamper 2 tahun lebih dan sampai kini masih menggulirkan bantuan kepada masyarakat terdampak dengan berbagai format. Mulai kepada yang terkena PHK, UMKM sepi, petani, nelayan dan golongan rentan terdampak lainnya.

Kini di awal tahun 2022. Nampaknya, Bahlil melihat bahwa Indonesia akan  bangkit ekonominya. Untuk itu Presiden Jokowi perlu diberi perpanjang masa jabatan dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun, kata para pengusaha seperti dituturkan Bahlil.

Pernyataan Bahlil, rupanya direspon cepat pihak Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Moeldoko menyebut Presiden Jokowi tetap ingin dua periode saja.

Sebelumnya soal Jokowi tetap presiden untuk tiga (3) periode. Digaungkan oleh Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari. Bahkan sudah dideklarasikan tahun 2021 di Jakarta. Kini gaungnya telah menyebar hampir ke seluruh Indonesia.

Kembali ke Bahlil. Sebagai Menteri kenyang dengan pergulatan aktivis kemahasiswaan. Punya dasar dan alasan kuatnya menyampaikan soal perpanjang jabatan presiden yaitu ditangan Jokowi Indonesia semakin kuat ekonominya. Karena keamanan dan pemulihan Kesehatan (Covid-19) sudah bisa dikendalikan oleh ayah dari Gibran, Kahiyang dan Kaesang.

Baca juga :  Kementerian BUMN Minta Bea Cukai Usut Video Ferrari di Pesawat Garuda