Pahitnya Hidup Bahlil Lahadalia, Kini Manis Duduk Kursi Menteri Investasi

0
249
Foto : Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama Presiden Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST – Bahlil Lahadalia pernah menjalani pahitnya hidup. Rupanya hal itu menjadi manis. Dirinya bisa juga merasakan sebagai pengusaha dan kemudian dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yang mana kini dia duduk kursi Menteri Investasi di Kementerian Investasi. Diketahui bahwa Kementerian Investasi adalah Kementerian baru, yang merupakan perubahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Foto : Ibunda Bahlil Lahadalia

Meski kini sukses menjabat sebagai Menteri sekaligus pengusaha, perjalanan hidup Bahlil terbilang penuh perjuangan. Semasa kecil hingga dewasa, dia menghabiskan hidup di Papua. Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, pada 7 Agustus 1976 itu berlatar belakang sebagai pengusaha. Yakni dengan memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT. Rifa Capital sebagai induk perusahaan. Dengan pengalamannya sebagai pengusaha, dia pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015 – 2019.

Foto : Masa kecil Bahlil Lahadalia

Di dunia politik, Bahlil pernah bergabung sebagai kader Partai Golkar. Namun, dia sudah keluar dari partai tersebut pada 2009. Dia merupakan pria yang lahir di Maluku. Akan tetapi, dia melanjutkan sekolah dan meraih gelar sarjananya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua. Manis karirnya saat ini sungguh berbeda dengan pahitnya kehidupan yang dijalaninya sejak kecil. Dalam berbagai kesempatan, dia kerap menceritakan pengalaman hidupnya.

BACA JUGA: Sama – Sama Berdarah Nias, Hakim Tinggi Disiplin Manao Do’akan Pertambahan Usia Yasonna Laoly Diberkati Tuhan

Dia terlahir sebagai seorang putra dari ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Kondisi tersebut membuatnya mandiri dan punya tekad kuat untuk sukses. Dia bahkan ketika SD harus membantu orang tuanya. “Ketika SD, saya harus pikul kelapa dari gunung api untuk membiayai uang sekolah saya. Ketika saya melanjutkan sekolah ke Papua, saya berjualan kue dari rumah ke rumah, dari hasil yang Ibu saya buat. Saya juga pernah menjual koran, menjadi kondektur dan sopir angkot. Tapi saya tidak pernah malu,” kisah Bahlil Lahadalia dalam suatu kesempatan,” paparnya.

Foto : Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Bahlil pun begitu gigih dalam perjuangan hidupnya. Dia pun pernah henti percaya bahwa roda kehidupan akan terus berputar. Tak pelak kini hidupnya pun bertransformasi. “Bertransformasi dari hidup susah, pernah menjadi kondektur dan sopir angkot, lalu bisa menjadi Ketua Umum HIPMI, yang baru kali itu berasal dari Timur. Kini, 44 tahun kemudian, dipercaya oleh Bapak Presiden untuk mengemban amanah menjadi Kepala BKPM. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan,” tambahnya.

Foto : Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Diketahui Bahlil adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Dengan kehidupan seperti itu, orang tuanya tidak pernah ada kata menyerah. Di berbagai kesempatan, dia mengakui keberhasilannya membangun bisnis tak lepas dari ajaran kedua orang tuanya. “Bapak saya sosok yang bersahaja penuh tanggung jawab terhadap pekerjaan dan keluarga. Selain itu juga tegas dan displin. Sedang mamak saya mengajari mandiri, telaten dan kreatif,” akhirinya. (Ayu Yulia Yang)