Waspada Jusuf Kalla Mengulang Pilkada 2017 untuk Pilpres 2024, Anies Baswedan Capresnya

0
138
Kanan ke Kiri : Eks Wapres Jusuf Kalla dan Gubernur Jakarta ,Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat Pilkada Jakarta 2017. Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadikan Anies Baswedan sebagai Cagub. Eks Ketua Umum Partai Golkar itu, yang melobi para Ketua Umum Partai : Gerindra, dan PKS. Anies pun melenggang sebagai Gubernur walaupun di helat dalam dua putaran. Dan Sentralnya mendapatkan tiket Cagub ada ditangan Prabowo Subianto.

Baca Juga : JK Memantik Kecemburuan Sosial untuk Kepentingan Politik 2024?

Situasi saat Pilkadan 2017. Sepertinya akan dilakukan JK. Tetap Anies calonnya, untuk capres 2024. JK sadar hanya PKS dan mungkin PAN serta Demokrat yang harapannya bisa dijadikan tiket utama Anies di Pilpres 2024.

Saat ini Anies hanya menyisakan waktu satu tahun sebagai Gubernur Jakarta. Beberapa lembaga survei, selalu menempatkan ada dalam urutan 3 besar. Itu mungkin bisa menjadikan modal buat Anies ikut dalam Pilpres 2024.

Menurut Pengamat politik dari Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa seperti dilansir Warta Ekonomi online Senin 25 Oktober 2021, menilai bahwa mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menyiapkan Anies Baswedan untuk Pilpres 2024.

Herry mengatakan, Jusuf Kalla memiliki kedekatan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Sejauh ini saya melihat bahwa Jusuf Kalla adalah sosok yang cukup berpengaruh bagi Anies apalagi soal karir politiknya,” kata Herry mengutip GenPI.co, Minggu (24/10).

Jusuf Kalla pastinya akan mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimiliki demi Anies jadi Capres 2024. Masih menjadi pengusaha sampai sekarang. Selain itu pernah jadi Menteri, Ketua Umum Parpol dan Wakil Presiden dua kali,” jelasnya.
Kondisi itu bisa menjadi modal politik dengan mengkapitalisasi jaringannya untuk kepentingan pilpres.

“Atas dasar modal dan tetap mempengaruhi kebijakan. Jusuf Kalla tidak akan menyia-nyiakan momentum, pasti dorong figur,” katanya.

Yang menjadi persoalannya. Pilpres 2024, Prabowo dipastikan maju lagi, karena ini kesempatan terakhirnya bertanding di politik nasional. Sementara Anies akan berhadapan dengan orang nomor satu di partai yang mengusungnya menjadi Cagub Jakarta 2017.
Jika, ungkapan filsuf dari benua Eropa pernah berkata dan berlaku sampai saat ini. Bahwa tidak ada makan siang yang gratis. Ditambah dengan ungkapan lain, tidak ada kawan dan lawan yang abadi yang ada hanya kepentingan.

JK dengan kekuatan jaringan yang ada sebagai pengusaha. Tentu akan berusaha sebisa mungkin menjadikan Anies sebagai Capres. Tentu, mungkin begitu Anies menang di Pilpres 2024. Modalnya bisa Kembali.