JK Memantik Kecemburuan Sosial untuk Kepentingan Politik 2024?

0
623
Wapres 2004 - 2009 dan 2014 -2019, Jusuf Kalla. foto CNN Indonesia

Jakarta, NAWACITAPOST – Saat Jusuf Kalla (JK) jadi Wapres di era Presiden Jokowi. Anies Baswedan adalah calon satu-satunya  yang disuarakan JK jadi Cagub DKI Jakarta melawan Ahok di Pilkada 2017. Serentetan kampanye Anies bermuatan ayat dan agama. Walaupun Anies dan JK tak menyuarakan secara langsung. Namun dengan mendiamkannya, itu berarti ada restunya. Hasilnya Anies menang dan menjadi Gubernur Jakarta sampai saat ini.

Baca Juga : Pidato Di Apkasi Otonomi Expo, Sutan Riska : Sebaran Vaksin Bantu Pemulihan Ekonomi Daerah Bangkit untuk Indonesia Maju

Pasca tak jadi orang nomor dua. JK kembali menyebut Rizieq Shihab sebagai pemimpin alternatif. Itu diucapkan JK saat setelah Rizieq dua hari tiba di Indonesia dari tempat persembunyiannya di Arab Saudi.

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Kemudian kemenangan dan berkuasanya Taliban di Afganistan, JK juga menjamin Taliban kali ini tak seperti dulu. Artinya kaum perempuan boleh beraktivitas sedia kala.

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV

Yang paling anyar. Saat acara  Maulid Nabi, kembali JK menyebut bahwa 10 orang kaya di Indonesia, hanya satu beragama Islam. Masih di nada yang sama, JK menyatakan 100 orang miskin, 90 orang adalah orang Islam.

Lalu, JK menawarkan solusi pemecahannya. Harus dibentuk sebanyak-banyaknya ekonomi berbasis syariah, tutur JK dalam Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Istiqlal dan disiarkan secara virtual, Selasa (19/10,2021).

Tanpa bermaksud yang lain-lain kepada Wapres era SBY dan era Jokowi. Dugaannya JK mungkin sedang membangun kekuatan di Pilpres 2024. Salah satu yang paling efektif bersuara adalah menghembuskan ekonomi syariah berbalut kekayaan dan kemiskinan kaum  mayoritas yang termaginalkan.

Pertanyaannya, jika pernyataannya untuk 2024, siapa yang dicalonkan, dirinya atau diluar dirinya? Nampaknya, kalkulasi syariah sedang dihitung dengan penerapan ayat dan agama?

Bagi orang cerdas dan berlogika, pernyataan JK bisa memantik kecemburuan sosial untuk kepentingan politiknya di 2024?