Gatot Nurmantyo Goreng Isu PKI untuk Jatuhkan Jokowi

0
212
Gatot Nurmantyo, Amien Rais, dan Shohibul Imam, saat berada di rumah dugaan 'sengketa' Rocky Gerung

Jakarta, NAWACITAPOST30 SEPTEMBER 2017 Presiden Jokowi menghadiri acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang digagas Gatot Nurmantyo yang kala itu menjabat Panglima TNI. Isu PKI masih  gencar dimainkan terus oleh Gatot sampai kini. Apalagi, jika Jokowi tak ikut nobar, mungkin buku sejarah baru versi Gatot akan dicetak dan disebar, bahwa Presiden Jokowi tak ikut nobar film tersebut. Itu bisa mendulang popoluritas Gatot. Rencana Gatot itu kini Gagal Total alias tak berhasil.

Baca Juga : Rumah Mewah Gatot Nurmantyo Di Sentul Harganya 110 Miliar Rupiah

Jokowi pun merespon ajakan Gatot nobar film tersebut. Empat (4)  setengah jam Jokowi menyaksikan film itu, di Korem Suryakencana Bogor pada 30 September 2017. Selama pertunjukan itu Jokowi sesekali bercengkrama dengan warga yang juga turut hadir dipelataran Korem tersebut.

Saat ini Gatot bukan panglima TNI juga bukan Pangkostrad, tapi Jokowi masih tetap Presiden NKRI. Kini, isu PKI digulirkan lagi. Kali ini menyasar museum di Kostrad. Menurut Gatot, patung diorama yang menggambarkan Jenderal Nasution, Jenderal Soeharto, dan Kolonel Sarwo Edhi Prabowo dan  6 Jenderal : Ahmad Yani, Siswondo Parman,  Donald Isaac Panjaitan, Katamso Darmokusumo, Sutoyo Siswomiharjo, Mas Tirtodarmo Haryono atau biasa disebut MT Haryono, dan Kapten Piere Tendean hilang alias tak ada lagi.  Padahal diambil penggagas pembuatan patung diorama itu, yaitu Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution (Pangkostrad periode 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2012).

Melalui Kepala Penerangan Kostrad Kolonel (Inf) Haryantana membantah pihaknya menghilangkan ataupun membongkar patung tokoh-tokoh sejarah tersebut. “Tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pask Sarwo Edhi, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Musem Dharma Bhakti di Markas Kostrad,” ujar Kolonel (Inf) Haryantana dalam keterangan pers tertulis, Senin (27/9/2021).

“Pembongkaran patung-patung tersebut merupakan permintaan dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution, yang merupakan penggagas pembuatan patung-patung tersebut. Pembuatan patung dilakukan ketika Azmyn menjabat sebagai Pangkostrad, pada 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2012,”jelas Kolonel (Inf) Haryantana.

Azmyn Yusri Nasution, kata Haryantana, telah menyampaikan keinginannya itu kepada Pangkosstad Letjen Dudung Abdurachman. Alasannya disebut-sebut untuk ketenangan lahir dan batin.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution meminta patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilahkan, ucap Haryantana.

Sudah dijelaskan secara resmi oleh Kostrad. Tetap saja Gatot menggulirkan penghilangan patung diorama tersebut secara masif. Ada dugaan, tujuan Gatot menggulirkan isu PKI  di bunan September akhir. Kuat dugaan tujuan utama Gatot sebenarnya menyasar Jokowi.

Maka tak ada cara lain, melalui isu PKI. Gatot menggoreng untuk tujuan politiknya. Setelah KAMI yang dideklarasikan bersama koleganya yang anti Jokowi  pada Agustus 2020 tak terdengar kiprahnya. Gatot kini, hanya bisa memuntahkan peluru berupa bangkitnya PKI.

Mungkin, pikir Gatot dengan menggoreng isu PKI. Simpatisan rakyat kepada dirinya terus bertambah. Sehingga itu bisa menjadi modal mendekati Jokowi untuk dijatuhkan olehnya? Justru yang ada malah, Gatot tersingkir, terhempas dan terjerembab kepada permainan isu tersebut.