Foto : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOSTKetua Fraksi PDIP DPRD DKI , Gembong Warsono menganggap banyaknya karangan bunga sebagai bukti dukungan masyarakat sangat kuat terhadap interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas rencana hajatan mobil balap Formula E.

Gembong mengaku bahwa apa yang dilakukan oleh PDIP dan PSI sudah benar dalam mengawal uang rakyat DKI Jakarta dengan menggulirkan interpelasi.

“ Langkah yang kami lakukan itu dianggap oleh masyarakat tepat,” kata Gembong beberapa waktu lalu.

Baca Juga : https://nawacitapost.com/nasional/2021/09/01/diduga-formula-e-hamburkan-uang-negara-psi-tantang-nyali-gubernur-dki-anies-baswedan-soal-hak-interpelasi

Kata dia, Partainya akan menancap gas dengan menggulirkan interpelasi.
“Yang kita lakukan itu kan semata-mata bagaimana menyelamatkan keuangan derah,” kata dia.

Seperti diketahui, dukungan Bungan atas hak interpelasi Anies Baswedan membanjiri halaman Gedung DPR DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Karangan bunga itu sebagai bentuk dukungan masyarakat yang menolak Formula E yang dianggap telah hamburkan uang rakyat.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany kembali melemparkan sentilan bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait interpelasi yang diajukan Fraksi PSI dan PDIP perihal ajang balap mobil listrik Formula E.

Tasamara menilai bahwa hak interpelasi yang diajukan anggota DPRD kepada Gubernur Anies bertujuan untuk mempertanyakan potensi kerugian anggaran.

“Wakil Rakyat di DPRD menggunakan hak bertanya pada gubernur terkait potensi kerugian anggaran yang disebabkan oleh Formula E,” kata Tsamara dikutip dari akun Twitternya, Rabu (1/9/2021).

Dia juga meminta Gubernur Anies untuk tidak takut dengan interpelasi itu, dengan mencari dukungan dari fraksi-fraksi DPRD DKI lainnya.

“Mengapa gubernur tidak dating saja? Mengapa gubernur mencoba berbagai cara agar forum bertanya itu tak terjadi? Mengapa takut.Pak Gubernur ?”cuitnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Untuk diketahui sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra M taufik mengatakan, sebanyak 7 fraksi yang terdiri dari 73 orang anggota dewan tidak setuju dengan usulan interpelasi Gubernur Anies Baswedan soal halatan Formula E.

Baca juga :  Capim KPK yang Bertahan di 10 Besar

Taufik mengaku bahwa 73 orang anggota DPRD DKI itu ingin Pemprov DKI untuk fokus menangani pandemi Covid-19.

“Jadi 7 fraksi itu setara dengan 73 orang anggota DPRD tidak akan ikut interpelasi PSI dan PDIP yang hanya 33 orang anggota,” kata Taufik.

Sementara itu, 33 anggota DPRD DKI itu terdiri dari PDIP dan PSI pada Kamis (26/8/2021) telah mengajukan surat interpelasi Anies Baswedan kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta.