Waspada!!! Diduga Eks FPI dan HTI Bisa Gagalkan Vaksinasi di Tingkat RT dan RW?

0
382

Jakarta, NAWACITAPOST –  DUA PULUH ENAM (26) Minggu, terhitung 13 Januari hingga 8 Juli 2021 Indonesia hanya mampu menyuntikan vaksin dosis satu dan dua berjumlah 50 juta orang. Dunia mencemooh, tak sedikit pula pakar kesehatan pandemi dalam negeri bersuara sama, negatif ke Presiden Jokowi. 

Baca Juga : 21 Kali Jokowi Tolak Gelar Doktor Honoris Causa

Namun hanya dalam waktu 6 Minggu 8 Juli  sampai akhir Agustus 2021, 50 juta dosis berhasil disuntikan. Cemoohan dunia pun mereda. Beberapa pakar kesehatan anti pemerintahan Jokowi tertutup mulutnya, tulisan hitam di kertas putih tak lagi nampak kata  warning atau peringatan. Cacian mereka meredup tak tahu kemana arahnya.

Saat itu pula vaksin hanya terbatas di gedung dan tempat yang penuh penjagaan berlapis, dengan jarak yang cukup jauh. Kini (Sabtu, 4 September 2021) bergeser di sekitar RW bahkan RT, hanya berjarak 50 meter. Penjagaan terbatas. Maaf, hanya dijaga Hansip yang berasal dari warga. Semua bebas berada disekitar lokasi vaksin yang dilakukan di setiap RW dan RT tersebut.

Di Kota Bekasi, di berbagai kecamatan sudah disambut warga untuk divaksin. Dari segi kesehatan untuk mendapatkan herd immunity sangat  bagus dan patut diapresiasi.

Namun, dugaan dari faktor keamanan dan penyusupan. Perlu menjadi perhatian Badan Intelejen Negara (BIN). Kemenangan dan berkuasanya Taliban, telah menjadikan Taliban-Taliban di Indonesia seperti eks FPI dan eks HTI menyambutnya untuk bergerak. Ya, mungkin mengacaukan dan menggagalkan prestasi vaksinasi pemerintahan Jokowi.

Apalagi vaksinasi di lokasi yang saat ini bisa dilakukan di sekitar rumah warga. Kemungkinan menjadi sasaran empuk kelompok-kelompok radikal tersebut beraksi.

Terkait vaksinasi yang telah ditambah di rumah-rumah warga dan sekretariat RT, dan RW. Kemungkinan BIN telah berada untuk mengantispasi supaya rencana dan aksi teror tidak terjadi di lokasi vaksin tersebut.

Pasalnya, para pelaku teror biasanya bukan warga asli, mereka hanya pendatang. Dan, acara keramaian vaksinasi ini kemungkinan mereka bisa menggagalkan. Ada sederet aksi yang akan mereka lakukan. Sebab, pelaku terorisme itu hanya mementingkan tujuannya supaya berhasil, yaitu menegakan Syariat Islam dan Khilafah.