21 Kali Jokowi Tolak Gelar Doktor Honoris Causa

0
533
Presiden Ir. Joko Widodo
Jakarta, NAWACITAPOST – Joko Widodo biasa disapa Jokowi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sejak tahun 1980 dan  menyelesaikan kesarjanaannya strata satu tahun 1985. Ayah dari Gibran, Kahiyang dan Kaesang menjadi  pengusaha mebel meneruskan usaha kedua orangtuanya.

Kemudian Tahun 2005  sampai 2012 menjadi Walikota Solo, Gubernur Jakarta dijabatnya hanya dua tahun (2012  – 2014), Presiden NKRI (2014 -2019) dan (2019 -2024).

Sebenarnya ketika menjadi Walikota dan Gubernur, apalagi saat sebagai Presiden. Tawaran untuk mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. HC). Yaitu Gelar Kehormatan dalam mendapatkan gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi atau universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti dan lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tersebut (sumber wikipedia) 

Seperti di lansir matranews  mengutip dari media ekonomi November 2019. Bahwa dua puluh satu (21) kali Kakek dari Jan Ethes menolak pemberian gelar tersebut yang ditawarkan dari beberapa Perguruan Tinggi di dalam negeri dan luar negeri.

Gubernur Sumatera Barat Prayitno sempat menanyakan sesaat penolakan pemberian gelar dari salah satu lembaga di Sumbar, dan Jokowi hanya menjawab: _”Saya kan hanya insinyur kehutanan dari UGM. Itu saja sudah cukup..”_ sambil tersenyum khas Jokowi.

Jokowi  mengaku keberatan saat akan dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo. Mantan Wali Kota Solo tersebut mengaku dirinya belum layak menerima gelar tersebut.

“Buat saya berat itu. Saya ini orang bodoh kayak gini. Berat lho, jangan sampai kita mendapatkan sesuatu yang sebenarnya kita belum layak. Saya pikir-pikir dulu, ini berat,”_ tutur Jokowi.

Ini bukti bahwa Jokowi adalah sosok yang sangat sederhana, tidak gila hormat, tidak mabuk gelar, dan apa adanya saja.

Hal terkait lainnya, penolakan gelar itu. Membuktikan Jokowi semakin leluasa bergerak  dan tidak ada kepentingan terhadap dunia Kampus.

Bagi Jokowi gelar Doktor Honoris Causa itu rakyat senang, terjaminnya keamanan, dan kepastian hukum ditegakan sebagai panglima. Dan tidak ada perampok uang negara seperti yang dilakukan keluarga cendana.

Contoh nyata, dalam tahun ini. Ketika kasus pandemi. Berbagai ahli  bergelar Doktor serta Profesor menyarankan untuk lockdown 100 persen. Bahkan ada yang pesimis dengan PPKM juga vaksin. Tak hanya sampai dua bulan (Juli – Agustus). Kasus pandemi Covid-19 melandai secara signifikan.

Bukti lainnya, Insinyur Jokowi yang menolak gelar Doktor HC itu mampu dan menyelesaikan jalan tol ujung jawa (Merak – Surabaya), Sumatera, Kalimantan, Trans Sulawesi, puluhan bendungan, lapangan terbang, pelabuhan laut, food estate, MotoGP Mandalika NTB, gelaran Asian Games  dan ibu kota negara baru serta sederet pembangunan infrastruktur di seluruh kawasan NKRI.