Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel, Ini Manfaatnya Buat Indonesia

0
871
Negara Indonesia dan Negara Israel

Jakarta, NAWACITAPOSTWalaupun kontak jalinan kerjasama antara Israel dan Indonesia terjadi diantara kedua pejabat negara. Tetapi hingga kini hubungan diplomatik dengan Israel, di era 7 presiden Indonesia tak pernah terealisasi secara resmi (kantor perwakilan kedua negara).

Baca Juga : Dr. Connie Rahakundini : Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel, Indonesia Bisa Menolong Palestina

Jika mengacu pada artikel Dr. Colin Rubenstein di situs www.jcpa.org. Rubenstein menyatakan meski secara formal hubungan Israel-Indonesia tidak tampak, tapi setidaknya Negeri Zionis itu sudah mencoba merayu agar hubungan resmi dapat terjalin sejak Indonesia merdeka lewat beberapa petinggi kedua negara.

Namun, kontak antara Indonesia dan Israel mesti dilakukan lewat jalan belakang, lantaran mayoritas umat muslim di nusantara tidak bakal menyetujui jika Negeri Zionis itu bercokol di tanah air.

Setidaknya hal itu terbukti saat mendiang Presiden Abdurrahman Wahid menggulirkan ide buat menormalkan dan membuka hubungan resmi dengan Israel.

Terjadinya kontak tersebut bukan hanya di era Gus Dur. Saat Soeharto berkuasa hal itu dilakukan juga. Artinya Indonesia sudah tertarik dengan Israel. Khususnya mengenai peralatan militer negara yang berbendera bintang Daud itu. Alasannya, karena saat perang enam hari, Israel sanggup mengalahkan Mesir, Suriah, Libanon dan Yordania.

Supaya  Indonesia terlihat mendukung  perjuangan bangsa Palestina. Tahun 1972 Menteri Luar Negeri Adam Malik melawat ke beberapa negara Timur Tengah. Misinya adalah meyakinkan para pemimpin Arab tentang sikap Indonesia tidak keberatan jika Lembaga Pembebasan Palestina (PLO) membuka kantor perwakilan di Ibu Kota Jakarta.

Tujuan dari lawatan Adam Malik ke Timur tengah meredam negara timur Tengah ke Indonesia, bila membeli peralatan militer dari Israel. Tetapi pembelian alat-alat milter dan pesawat tempur Israel di lakukan Indonesia pada tahun 1979, dengan  membeli 28 pesawat tempur Skyhawk dan sebelas helikopter dari Angkatan Udara Israel.

Pada 1993,   Menteri Luar Negeri Israel Shimon Peres dan Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas bertemu secara informal di Konferensi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Wina, Austria.

Masih di tahun 1993 bulan September, Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin berkunjung ke Jakarta secara rahasia dan bertemu dengan Presiden Soeharto. Peristiwa itu terjadi tiga minggu setelah pemimpin PLO, Yaser Arafat, melawat ke Indonesia.

Pertemuan Soeharto dan Yitzak Rabin  terjadi lagi pada kali kedua tahun 1995, saat HUT PBB ke-50.

Guru Besar Intelijen asal Indonesia, Jenderal TNI (Purn) M, Hendropriyono menyarankan lebih baik Indonesia buka hubungan diplomatik dengan Israel. karena negara  UEA dan negara Arab lainnya telah membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hendro hanya mengatakan banyak manfaatnya. Terutama  peralatan tempur militer Israel, Indonesia bisa beli murah.

Hal senada disampaikan pengamat militer  Dr. Connie Rahakundini Bakrie yang pernah cukup lama tinggal di Israel, menyatakan secara tegas, “Indonesia sebagai negara mayoritas Islam dan besar, bisa buka hubungan diplomatik dengan Israel agar bisa memahami seluk beluknya,” ujarnya.

Selain Cony  yang pernah ke Israel dan bertemu pejabatnya. Tantowi Yahya (kini Dubes Indonesia di Selandia Baru), Gus Staqub (kakak Menteri Agama Gus Yaqut) juga pernah mengalaminya.

Di sisi lain, Israel merupakan salah satu negara yang memiliki teknologi pertahanan dan kemampuan militer sangat canggih. Hal ini yang membuat negara-negara Arab pada akhirnya membuka mata dan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Ternyata bukan hanya milter Israel rajanya. Dibidang pertanian dan perkebunan, Israel juga menjadi guru dan suka berbagi kepada negara-negara miskin di Afrika, dan setelah ditangani oleh teknologi pertanian Israel, Ethiopia contoh nyatanya. Bahkan Ethiopia disebut sebagai negara Adidaya Pertanian dan Ketahanan Pangan di Peringkat 12 Terbaik Dunia mengalahkan banyak Negara.

Jadi, kapan Indonesia buka hubungan diplomatik dengan Israel? Seorang pun tidak ada yang tahu, hanya waktu yang akan menjawabnya.

 

,