Baca Juga : Batalkan BOT RS PGI Cikini, Solusinya Libatkan 91 Sinode Gereja dan Pengusaha Kristen
Mereka memanfaatkan penerapan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Artinya, ketika pemerintah melakukan PPKM, para bohir minta dihentikan. Anehnya, konsistensi dilakukan para bohir. Yaitu, saat Jokowi pada 21 Juli 2021 mengumumkan akan mengurangi PPKM secara bertahap, dan diberlakukan penghentian bertahapnya pada 26 Juli 2021, para bohir minta diperpanjang
Bohir ini begitu mudahnya memerintahkan pendemo untuk melakukan aksinya secara berhari-hari. Dimulai hari ini, 24 Juli 2021 sampai bohir habis danya. Dan, bohir ini terdiri, dari eks penguasa yang tak terima lengser, eks purnawirawan TNI dan Polisi yang stress, partai tertentu yang anti Pancasila, eks HTI dan eks FPI, serta kelompok-kelompok mahasiswa terpapar anti toleransi yang terpapar radikalisme.
Jadi, jelaskan yang minta diterapkan dan diperpanjang PPKM, para bohir yang disebut penjahat kemanusiaan yang dengan rela mengorbankan rakyat demi syahwat kekuasaan politiknya.
Padahal, jelas-jelas rakyat menolak demo, dalam situasi apapun. Karena rakyat sudah enjoy dengan Jokowi memimpin dan memerintah. Apalagi Jokowi mampu mengatasi situasi paling kelam, termasuk pandemi Covid -19.
Bohir ini tujuannya, agar Jokowi lengser, caranya melakukan demo. Dan, aksi demonya berharap disambut rakyat. Yang terjadi, justru malah rakyat menolak demo, bukan dengan halus, tetapi secara keras.