Batalkan BOT RS PGI Cikini,  Solusinya Libatkan 91 Sinode Gereja dan Pengusaha Kristen

0
697
Gedung Utama RS PGI Cikini (gambar atas) dan Taman di dalam RS PGI Cikini (gambar bawah). Foto Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST JIKA tidak ada aral melintang, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, bersama TIM nya Minggu depan, akan melanjutkan  Built, Operate and Transfer  atau BOT dengan pihak Swasta PT. Famon Awal Bros Sedaya (PRIMAYA).

Baca Juga : Ada Apa dengan Ketum PGI Gomar Gultom? Soal RS PGI Cikini Terkesan Diam

Alasan adanya BOT. Tersiar kabar, dari pihak PGI, karena RS PGI Cikini mengalami kerugian. Sementara pengeluaran terus bertambah dan membengkak alias tidak mengalami profit.  Belum alasan hutang menumpuk. Diperkirakan totalnya 110 miliyar rupiah.

Sehingga diambil BOT, sebagai jawaban mengatasi permasalahan yang terjadi di RS PGI Cikini. Begitulah Gomar bersikukuh melaksanakan untuk BOT.

Alasan BOT tersebut diperkuat dengan jawaban Gomar di website PGI : Transformasi RS.PGI CIKINI Menjadi Rumah Sakit Modern.

Tak puas hanya satu jawaban, Gomar pun menyanggupi wawancara tunggal melalui kanal Youtube Pdt. Gilbert Lumoindong, pada 7 Juli 2021.

Untuk memastikan tentang BOT dan adanya pembayaran dari Kemenkes ke RS PGI Cikini. Nawacitapost.com menghubungi TIM PGI yang ditunjuk Pdt Gomar Gultom, yaitu Constantin Nino Ponggawa dan melalui pesan WhatsAppnya dan komunikasi telepon tidak dijawab, Jumat 23 Juli 2021.

Ternyata, alasan hutang dan tidak mengalami profit RS PGI Cikini. Dibantah dr. Tunggul D Situmorang. Pasalnya, pihak Direksi, dokter RS PGI Cikini tak pernah diajak berdiskusi. Padahal sebelum era Gomar, kami sering diajak diskusi masalah apapun, jelas Tunggul yang dianggap sebagai salah satu dokter senior di RS PGI dalam keterangannya kepada media.

Bahkan Dokter Tunggul D Situmorang menyebut BOT yang disusun Tim PGI DPP Chris Kanter adalah baik dan bagus.

Namun,  BOT itu ibarat obat malaria misalnya tablet Kina, itu baik dan bagus. Tetapi menurut PKU Penyakitnya : Panas, tapi ini bukan panas malaria, melainkan ini panasnya Demam berdarah.

Yang jelas, masih menurut dokter Tunggul, pelaksanaan BOT dipaksakan. Padahal disaat dokter, perawat dan karyawan sedang berjibaku menangani lonjakan genting pasien covid 19.

Lalu, jika dikaitkan tidak profit dan adanya hutang. Menurut Tunggul tidak sepenuhnya benar. Sebab, minggu lalu, tepatnya di bulan Juli 2021 RS PGI Cikini baru menerima pembayaran penanganan Covid-19  dari Pemerintah melalui Kemenkes sebesar 60 Miliar Rupiah. Artinya RS PGI CIKINI sangat untung di musim Pandemic ini, jelasnya.

Untuk memastikan kabar adanya pembayaran dari kemenkes kepada Rumah-Rumas Sakit di seluruh Indonesia termasuk RS PGI Cikini. Nawacitapost menghubungi Jubir Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengkonfirmasi terkait hal tersebut. “wuahh saya tak tahu persis, ini mgkin bisa ditanyakan ke rokomyankas yaa,” Sahut dr Siti melalui pesan WhatsApp, Jumat 23 Juli 2021 malam.

Nawacitapost pun menghubungi Karokomyanmas Wiwid. Tapi jawabannya sama dengan Jubir Kemenkes, Karokomyanmas pun meminta nawacitapost untuk menghubungi Direktur Rujukan RS Vertikal Kemenkes Rita Rogayah, melalui pesan WA dan komunikasi telepon nadanya masuk tapi tidak diangkat. Menurut Karokomyanmas Kemenkes, bahwa  Direktur Rujukan RS Vertikal, padat krn urusannya menangani RS2, jelasnya masih melalui pesan WA, Jumat 23 Juli 2021 malam.

Artinya, terkait pembayaran Kemenkes ke RS- RS seluruh Indonesia, termasuk RS PGI Cikini dalam penanganan Covid 19, masih ditelusuri. Bisa ya dan bisa juga tidak itu terjadi pembayaran.

Hal terkait lainnya, ditambah penjelasan dalam dokumen resmi di AD/ ART yayasan RS PGI Cikini Pasal 6  aya1 1.1, bahwa  pada saat penyesuaian anggaran ini kekayaan Yayasan sebesar Rp. 27.954.268.997 (dua puluh tujuh miliar sembilan ratus lima puluh empat juta dua ratus enam puluh delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh rupiah).

Hal senada disampaikan salah seorang pengacara Herbert Aritonang SH yang tergabung dalam organisasi Peradi, ketika dihubungi nawacitapost.com melalui komunikasi telepon. Jumat 23 Juli 2021.  Menyatakan, bahwa BOT itu kurang tepat dilaksanakan. Kerugiannya banyak.

“Seharusnya PGI mencari solusi bersama dengan 91 Sinode Gereja yang tergabung dengan PGI, membicarakan masalah RS PGI Cikini, sebab RS PGI Cikini harus mengedepankan dan mengutamakan pelayanan kemanusiaan,” tegas pengacara yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap sidang dan apapun.

Herbert pun mencotohkan, “Kenapa RS Imanuel di Jalan Kopo Bandung yang punya sinode Gereja Kristen Pasundan (GKP), dan RS HKBP di Sumatera Utara yang bernaung dibawah Sinode HKBP tetap eksis sampai sekarang, walaupun mungkin mengalami masalah yang sama dengan RS PGI Cikini, bahkan masalahnya lebih, tapi bisa berdiri kokoh dan kuat” tuturnya.

Netizen yang tergabung dalam selamatkan RS PGI Cikini sudah menyerukan kepada Ketum PGI Gomar Gultom untuk stop dan batalkan BOT.