Jokowi Panggil Walikota Bogor,  Sinyal Kuat Bima Arya Gantikan Anies Baswedan?

0
421
Kanan ke Kiri : Walikota Bogor Bima Arya, Presiden Jokowi, dan Mensesneg Pratikno. Foto sebelum Covid-19.

Jakarta, NAWACITAPOSTPARTAI Amanat Nasional di periode kedua Jokowi sebagai Presiden, memang tidak masuk dalam perahu Kabinet Indonesia Maju. Apalagi, saat PAN masih ada Amien Rais, Presiden Jokowi tidak berkata apapun. Artinya diam.

Baca Juga : DPR Itu Terhormat, Wajar Dapat Perlakuan Khusus?

Ketika Amien Rais, pergi dari Partai berlambang Matahari Terbit. Jokowi tetap tak mengajak PAN masuk Kabinet. Sebatas diskusi dan ikut koalisi Pilkada di Solo dan Medan.

Seperti diketahui. Domisili sehari-hari Jokowi bersama istrinya di Kota Bogor. Sementara orang nomor satu Kota Bogor adalah kader PAN, Bima Arya. Entah berapa kali Bima Arya, menterjemahkan perintah dari Pemerintah Pusat bukan hanya baik, tetapi istimewa. Bahkan berinovasi dan melakukan terobosan nyata dan terbukti ampuh.

Mulai dari RS UMMI Bogor yang berbohong tentang tes PCR dan Swab Rizieq Shihab yang dirawat inap.

Penyelesaian GKI Yasmin yang sudah selesai, dengan  menempati lahan baru. Walaupun bukan di kompleks perumahan Yasmin. Lokasi ibadah GKI Yasmin tak jauh dari Perumahan Yasmin.

Kesaksian Bima Arya di sidang pengadilan Rizieq Shihab. Berani menyatakan yang sebenarnya. Bahwa, Rizies Shihan melanggar Protokol kesehatan ketat di Kota Bogor.

Sebelumnya, juga pantauan Jokowi terhadap kader PAN lulusan Doktor Politik Monash University. Memberi solusi penanganan banjir Jabodetabek bersama kepala daerah se Jabodetabek.

Jadi, wajar Jokowi memanggil Walikota Bogor Bima Arya terhadap permasalahan covid -19. Lagian, Bima selama kepemimpinan di periode pertama dan memasuki tahun kedua memerintah Kota Bogor. Tak terdengar aroma korupsi melekat kepada dirinya.

Selain itu, ketegasan dan konsisten antara kata dan perbuatan Bima Arya dalam kesehari-harian di wujudkan di dalam kinerja sebagai Walikota.

Termasuk bantuan sosial bagi warga terdampak. Jokowi memberi perhatian khusus tentang hal ini. Sehingga Jokowi memanggil dan berdiskusi dengan Bima Arya dalam mendistribusikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan terdampak.

Lalu, apakah ini sinyal kuat Jokowi, meminta Bima untuk memimpin Jakarta pasca Anies berhenti sesuai UU sebagai Gubernur Jakarta?