DPR Itu Terhormat, Wajar Dapat Perlakuan Khusus?

0
114
Berlawanan arah jarum jam : Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Guspardi Gaus, Rosaline Rimaseuw, dan Saleh Daulay. Foto Kolase

Jakarta, NAWACITAPOSTJIKA mengacu kepada kata terhormat. Memang sudah seharusnya anggota DPR mendapat perlakuan khusus atau previlage yang amat sangat. Tak perlu dibantah dan diperdebatkan.

Baca Juga : Ibas Putra SBY Korupsi Waktu Kerja, Tepat di PAW dari Semua Jabatan di DPR

Seperti  pernyataan 3 kader Partai Amanat Nasional. Mereka adalah Guspardi Gaus, Rosaline Rimaseuw, dan Saleh Daulay.

Yang mana Guspardi Gaus, ketika tiba di tanah air dalam kunjungannya ke luar negeri. Dirinya tak mau menjalani karantina pasca perjalanan dari Kyrgyzstan. Malahan menghadiri rapat secara tatap muka di DPR. Karena tindakannya yang tak mau melakukan Protokol kesehatan. Anggota Komisi II itu dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

Berikutnya, kader PAN Rosaline yang mengusulkan agar pemerintah menyediakan rumah sakit covid-19 khusus pejabat.

Tak mau ketinggalan dengan dua kader PAN tersebut. Saleh Daulay, saat rapat kerja bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Terang-terangan  meminta agar tidak lagi dengar ada anggota DPR yang tak mendapatkan ruang ICU.

Ternyata pernyataan 3 kader PAN itu bukan mendapat dukungan dari Ketua Umumnya. Zulkifli Hasan sebagai orang nomor satu PAN. Menegur ketiganya. Dan,  menyampaikan permohonan maaf.  Sementara ke tiga kader yang terhormat dari PAN tak ada penyesalan dan permintaan maaf. Mungkin cukup diwakili sang Ketua Umum. Persoalan selesai dan tak usah diperpanjang.

Rasanya, tak mungkin 3 kader PAN yang meminta hak istimewa. 567 Anggota DPR ditambah 136 Anggota DPD. Ingin mendapat perlakuan khusus, terhormat dan istimewa. Atau istilahnya karpet merah seharusnya diberikan kepada Parlemen dan Kongres Senayan.

Harusnya, kalau mau mendapat previlage. Diam-diam saja minta ke pemerintah. Dalam hal ini Menkes. Bukankah, selama ini kader lainnya melakukan permintaan istimewa secara diam-diam kepada eksekutif sebagai mitra kerjanya? Pertanyaannya,  kenapa hal itu tidak dilakukan dengan tertutup, sehingga tidak menuai hujatan dan cacian dari publik?