Eks Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean

Jakarta, NAWACITAPOSTCUITAN Twiter Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono biasa disapa AHY, yang berkata “Idealnya, selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas,”. Hal tersebut  disampaikan AHY terkait Indonesia turun dari kategori negara berpenghasilan menengah ke atas menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah pada 2020.

Baca Juga : Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean : Ganjar – Andika, Pasangan yang Ditakutkan Kaum Radikal 

Tak menunggu lama, cuitan AHY di media Twitter langsung di jawab eks Politisi Demokrat yang kini bergiat sebagai aktivis media sosial, Ferdinand Hutahaean, bahwa penurunan kelas itu wajar di tengah pandemi. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tersendat karena aturan pembatasan dalam rangka menekan lonjakan kasus Covid-19.

 

“Soal turun kelas dari penghasilan menengah ke atas turun menjadi menengah ke bawah adalah hal yang normal dan wajar di tengah anjloknya pertumbuhan ekonomi di saat pandemi begini,” ujarnya lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, Kamis (8/7/2021).

Ferdinand menegaskan jatuhnya status Indonesia bukan hal memalukan. Dia lantas mengingatkan AHY untuk sibuk berbagi kepada rakyat miskin ketimbang berceloteh.

“Itu bukan hal memalukan, tapi kita justru harus berpikir, bagi yang mampu untuk berbagi dengan yang di bawah, bukan ngoceh-ngoceh saja!,” alias No Action Talk Only (NATO) tandasnya.

Yang jelas soal AHY, berhenti sendiri dari militer dengan pangkat Mayor. Berarti tak ada uang pensiun dari negara. Gagal jadi Gubernur Jakarta di Pilkada 2017. Ditambah jadi Ketua Umum Partai Demokrat dengan Kongres yang sudah diseting atau diatur sedemikian rupa.

Belum lagi penggunaan mobil B AHY 2024 yang bodong. Serta susah ditemui para kader Demokrat. Merasa paling benar. Gemar mengkritik, tapi begitu dikritik tak terima, malah yang mengkritiknya di polisikan.

Baca juga :  Amankan Pilkades Serentak, 4.760 Personel Diterjunkan