Donasi Kapal Selam dan Palestina, Berapa Fee Somad ? 

1
565
Abdul Somad. Foto Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOSTEra SBY, Abdul Somad penceramah laris manis dalam berdakwah. Perseorangan dan lembaga yang mengundangnya perlu waktu dan antri menjadwalkannya. Konon kabarnya sampai satu tahun jadwal tersebut bisa dipenuhi. Boleh dibilang antrian tersebut menambah pundi-pundinya terkumpul banyak.

Baca Juga : Gus Miftah Resmikan Gereja, Abdul Somad Marah

KINI, era Jokowi dan ditambah situasi pandemi. Somad tak menjadi buruan lembaga-lembaga untuk menjadwalkannya menjadi pendakwah. Bukan hanya Somad saja, AA Gym dan penceramah lainnya bernasib sama. Bisa dihitung deretan jadwal menjadi penceramah.

Kembali ke Somad, satu tahun sebelum pandemi mewabah. Penyampaian dalam berdakwah, selalu berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

Kedekatannya dengan kelompok eks HTI, FPI dan KAMI, dan bernada miring kerap dilontarkannya. Kabarnya lagi Somad oleh sebagian besar netizen penyampaian dakwahnya, jauh dari aroma kesejukan, ketenangan dan kemajemukan dalam berucap.

Hal lainnya yang dilakukan Somad, mempromosikan swalayan syariah 212 MART. Swalayan itu, memang sempat berjalan, tapi kini terhenti karena ada masalah dalam pengelolaannya. Di  Samarinda, Kalimantan Timur, laporannya sudah masuk dalam laporan Polres setempat.

Ketika namanya disebut di 212 MART.  Somad malah tampil bak pahlawan dalam pengumpulan donasi pembelian kapal selam, pengganti KRI Nanggala 402. Infonya terkumpul 1,2 miliar rupiah dan terus bertambah. Belum cukup donasi kapal selam, donasi Palestina, Somad menjadi penggerak utamanya.

Kabar Somad menjadi penggerak donasi di dua kegiatan itu.  Penggiat media sosial Ade Armando menegaskan kepada Somad, bahwa  donasi yang terkumpul nanti, harus transparan.

Lanjut Ade, diumumkan di media sosial, laporkan ke Kemensos, dan laporkan dana yang terkumpul berapa, serta siapa saja yg menyumbang, kemudian yang disalurkan berapa? Lembaga yang menerima apa? Feenya  buat Somad dkk berapa?

Terkait donasi tersebut, banyak netizen berkata dalam jejaring media sosial, “Dijalan-jalan lampu merah pada minta sumbangan buat Palestina, sementara disebelahnya ada pengemis yang mengharapkan sedekah untuk makan.

Tragisnya, Duta Besar Palestina, Zuhair Al Shun tidak pernah mendapatkan bantuan donasi dari pendemo pro Palestina. Memang seharusnya sumbangan yang didapat buat Palestina, sebaiknya diserahkan melalui kedubes Palestina di Jakarta.

kabar-kabar miring pun menyeruak, diduga fee buat Somad ada dalam donasi bantuan pro Palestina?

 

1 KOMENTAR

  1. Biasanya, dalam hal donasi ini yang saya tahu dan lakukan walau dalam skala lokal tidak memiliki fee…. Wkwkwkwk 🤣😂

Comments are closed.