Kepolisian Ditunggu Kepastian Hasil Penyelidikan Terkait Anak Hilang di Kepulauan Nias

0
705
Foto : Anak pertama dan kedua yang hilang

Jakarta, NAWACITAPOST – Kepolisian ditunggu kepastian hasil penyelidikan terkait anak hilang di Kepulauan Nias (Kepni). Yakni tepatnya yang terjadi di Desa Eho, Kecamatan Hibala, Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Adapun anak kecil yang hilang berjenis kelamin perempuan. Yang mana usianya baru menginjak 2 tahun. Diketahui bernama Jelita Duha, putri dari ayah Edini Duha dan ibu Wilisti Laia. Kejadian anak hilang yang sebelumnya pada 2019 pun sama, berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar 2 tahun. Namun hingga kini kejadian 2019 anak hilang belum juga terungkap yaitu Nurwana Manao. Malah justru bertambah lagi 1 anak hilang. Padahal sudah ada laporan polisi dari warga.

Foto : Anak yang hilang, Jelita Duha

Paman dari Jelita Duha sekaligus Wakil Ketua Umum FORNISEL (Forum Nias Selatan), Sahudi Laia mengatakan pada (16/04/2021). Bahwa ini bukan merupakan perdana terjadi. Melainkan hal ini menjadi kedua kalinya terjadi. Dia menceritakan. “Sebelum menghilang, anak tersebut sedang bermain dengan anak tetangga. Setelah anak tersebut disuruh mandi sama orang tuanya. Anak tersebut bermain sendirian di halaman rumah. Beberapa menit kemudian, dia dipanggil sama tantenya yang lagi sibuk kerja di dapur. Tahu – tahunya anak itu sudah tidak ada lagi di halaman atau sudah menghilang,” ungkapnya.

Foto : Anak yang hilang, Jelita Duha

Hal itu pun diungkapkan oleh Blawan Duha selaku Kepala Desa Hibala. Dia mengungkapkan bahwa hilangnya anak itu misterius. “Itu salah besar. Kejadian pertama saya belum menjabat Kepala Desa. Karena masih masa peralihan. Setelah saya menjadi Kepala Desa, kasus pun belum terungkap. Jadi olah TKP mereka di tahun 2019 itu tidak berhasil. Karena posisi anak ini hilang. Dan masyarakat sudah melakukan pencarian biasa tanpa alat. Artinya tradisional saja. Sekarang mungkin terkendala di pihak Kepolisian itu kan karena mereka memperoleh informasi dari masyarakat. Apa yang mau diberikan jadi keterangan dari masyarakat? Kan tidak ada. Tidak ada yang dicurigai. Karena anak itu kaya misterius hilang,” tuturnya.

Foto : Kepala Desa Blawan Duha

“Ya yang saya ketahui ada beberapa saksi yang dipanggil. Mereka turun itu hanya sekali. Sampai sekarang tidak turun – turun. Sehingga data kejelasan kasus itu memang tidak dilakukan itu sampai sekarang. Dan terulang lah kasus kedua. Kasus kedua ini terjadi di tanggal 13 itu, hari Rabu kemarin di jam 16.30 WIB itu tantenya masih manggil anak itu. Dipanggil untuk mandi disamping rumahnya. Lalu anak ini tidak mau, tantenya juga tidak memaksa. Lalu tantenya balik ke dalam rumah untuk persiapan ambil handuk lah, baju anak tersebut sambil bekerja,” lanjutnya.

Foto : Paman Jelita Duha, Sahudi Laia

Menurut Blawan Duha bahwa Kepolisian sudah olah TKP. “Setelah 30 menit, kemudian dia cek anak itu tidak ada. Lalu resah, dia cari – cari kan. Dan ternyata sampai sekarang tidak ditemukan. Sementara jejak anak itu, dia punya sandal posisinya setelah dilakukan pencarian di sekeliling rumah itu juga, di belakang rumahnya itu ada pantai dan laut. Pertanyaannya, sangat tidak mungkin. Karena anak ini tidak akan bisa menjangkau untuk pergi ke pantai atau laut itu. Karena level lantai rumah mereka itu dengan pantai tinggi. Sangat tidak masuk akal. Kita tidak melihat orang lain sama anak itu. Jadi tadi polisi sudah meminta keterangan ke keluarga, kronologis. Ditanya juga tetangga mereka. Lalu tadi olah TKP,” tambahnya.

Foto : Warga Nias Selatan, Sukadamai Duha

“Mereka bilang ini masih belum bisa kita katakan pidana. Artinya kita tidak ada bukti. Mereka masih berasumsi hilang. Karena sandal anak ini ada di pantai 1, lalu di laut 1. Lalu masyarakat setempat pun sudah melakukan pencarian ke laut sampai semalaman. Paginya pun melakukan pencarian. Anggaplah setengah jam dia hanyut di laut. Sampai berapa radius sih dia menghilang. Harusnya tidak terlalu parah. Sampai mereka menyelam. Mana tahu kan nyangkut di karang. Memang juga tidak berhasil, tidak ada gitu. Jadi sampai sekarang pihak Kepolisian sudah balik membawa laporan,” imbuhnya.

Foto : Laporan Kepolisian Anak Pertama yang hilang

Kepala Desa pun menjelaskan bahwa dia agak menyesalkan jika sampai nanti kasus kedua juga diabaikan. “Dan mereka meminta untuk orang tua ini pergi lagi ke Polsek untuk memberikan laporan langsung secara tertulis, tidak bisa diwakili. Ini masalahnya kita ini pulau. Kapolsek itu ada di Pulau Telo lagi. Itu jauh. Kita harus kalau naik speedboat memakan 1,5 jam. Lalu kan sedikit agak kesulitan. Jadi saya sudah janjikan akan bawa orang tersebut di hari Minggu menunggu transportasi laut datang untuk kesana. Namun harapan masyarakat kasus ini terungkap. Bagaimanapun caranya. Anak ini bisa ditemukan,” katanya.

Foto : Anak Pertama yang hilang, Nurwana Manao

“Jangan hanya setelah dimintai keterangan, polisi sudah. Kalau tidak ada informasi yang dicurigai, mereka tidak mau turun. Ini sudah kedua kalinya. Bisa dikatakan kehilangan ini sangat aneh. Bingung. Anak yang hilang pertama itu umurnya sekitar 2 tahun juga. Ini juga 2 tahun. Jenis kelaminnya sama. Nah kita masyarakat menyimpulkan jangan – jangan ada kaitannya di kasus pertama sama kasus ini. Masyarakat menganggap mana tahunya akan terus menerus begitu. Logikanya tidak mungkin ke laut. Anak 2 tahun itu belum bisa jalan. Posisi anak itu juga kondisi kaki O. Jadi dia tidak kuat untuk jalan,” pungkas Blawan Duha.

Foto : Chat Kepolisian

Salah satu warga, Sukadamai Duha pun mengatakan bahwa ingin kasus ini segera diungkap. Sebab ini sangat membuat resah masyarakat. “Masyarakat merasa resah. Karena ini sudah kedua kalinya, anak hilang di desa ini. Yang pertama 2019 masyarakat mencoba menerima kondisi belum ditemukan sampai sekarang. Tapi malah ini terulang lagi. Itu sangat membuat resah termasuk saya. Karena kita jadi was – was dengan anak kita. Misal kalau pergi ke sekolah atau bermain, takutnya nanti tiba – tiba hilang. Minta Kepolisian agar bisa menemukan titik terang untuk anak hilang yang kedua ini. Pemerintah Daerah juga sekiranya bisa peduli,” tuturnya.

Foto : Chat Kepolisian

Sementara, Kapolres Nias Selatan, AKBP Arke Furman mengungkapkan bahwa sudah ada tim yang diterjunkan untuk datang ke lokasi. Dia pun bertanya – tanya akan isu bahwa Kepolisian mau jalan jika ada upah yang didapatkan. “Sudah ada tim dari Polsek Pulau – Pulau Batu yang ke Hibala untuk lakukan penyelidikan. Tim masih bekerja di lapangan utk mencari saksi – saksi. Masih dalam proses penyelidikan. Kata siapa?? Tahun 2019 Infonya dari masyarakat yang keberatan dilakukan pemeriksaan, kalo masalah diongkosin dan di jemput saya belum ada info,” ungkapnya. Apabila ada yang melihat atau menemukan anak dengan ciri seperti foto, bisa menghubungi Paman dari Jelita Duha di 081213374317. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: DPP FORNISEL Mempertanyakan Mahalnya Biaya Urus SKCK di Nias Selatan