Moeldoko Jawab Cikeas : Anak Istrinya Tak  Masuk Dalam Struktur Partai

1
274
Kiri ke kanan ; Ibas, AHY, Ani, dan SBY

Jakarta, NAWACITAPOST –  Ini pengurus Partai Demokrat Dinasti Cikeas. SBY  (Ketua Majelis Tinggi Partai), dan dua anak kandunganya ; AHY (Ketua Umum), dan Ibas (Wakil Ketua Umum merangkap Ketua Fraksi dan Ketua Bangar DPR). Dengan posisi  strategis tersebut. Ibarat perusahaan, pemegang saham mayoritas adalah Cikeas.

Baca Juga : Pemilik Suara Di KLB Demokrat Sibolangit : Ketua (DPD dan DPC) Yang Diserahkan Pertama Ke Kemenkumham Mei 2020

WALAUPUN ada klausul berformat AD/ART bahwa pemilik suara  adalah DPC dan DPD tetap suara itu tak bermakna alias bertepuk sebelah tangan. Sebab di dalam pasal AD/ART versi Cikeas, bahwa bila terjadi hal-hal buruk dan apa saja, maka semuanya itu harus melalui persetujuan Majelis Tinggi, termasuk KLB.

Baca Juga : Hasil KLB Demokrat, Dipensiunkan : SBY Sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai dan AHY Ketua Umum 

Bonsai dan pengamputasian kader semakin nyata terlihat. Seolah partai adalah milik keluarganya. Tak boleh ada orang yang menggantikannya. Kongres pun diarahkan dengan setingan untuk Cikeas. Penempatan kader dalam struktur harus restu Cikeas. Formatur ada hanya mengenyangkan dan menyenangkan Presiden RI ke -6.

Keluarga yang berhubungan dengan Cikeas akan diprioritaskan menjadi nomor satu dalam pencalegan dan pencalonan di Pilkada. Sepertinya SBY menikmati situasi dinasti yang dibangunnya. Walaupun dalam berbagai kesempatan, SBY selalu membantahnya. Tapi publik sudah mengetahuinya.

Dibungkus dengan minyak wangi yang harum, tetap saja bau busuk itu menyengat sedemikian rupa. Ya bau busuk itu bernama Dinasti Cikeas dalam Trah struktur Partai Demokrat versi AHY atas restu SBY.

Mungkin baginya, ajaran demokratis hanya ujaran dan sekedar kata yang ditempel dalam kertas lembaran saja yang cukup dibaca dan tak boleh dibantah para kader (DPC dan DPD).

Korban berjatuhan berupa pemecatan nampaknya kerap disukai Cikeas. Kader senior (mula-mula) dan deklarator Demokrat telah menjadi kekuasaan tangan besi yang dilakukan SBY-AHY. Sebut saja nama-nama seperti ; Marzuki Ali (mantan sekjen),  Damrizal, Max Sopacua, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya. Nama –nama itu adalah korban pemecatan AHY yang direstui  SBY.

Bagi SBY mungkin, Demokrat harus ada nama-nama dari Keluarganya. Sebab itu partai jalan satu-satunya sebagai ladang pendapatan yang bisa mengeruk pundi-pundi keuntungan melimpah tanpa berkeringat dan berdarah-darah. Hanya duduk, dan tanda tangan saja.

Lewat kegelisahan yang amat sangat itu, DPC dan DPD dan beberapa deklarator Demokrat. Lahirlah KLB Demokrat Deli Serdang  dengan  Ketua Dewan Pembina Marzuki Ali, dan Ketua Umum Moeldoko.

Moeldoko diharapkan sebagai figur yang bisa merubah haluan dari Cikeas ingin mengembalikan Demokrat sebagai partai terbuka, modern. Terbukti anak dan istrinya tak ikut dalam aktivitas KLB dan kepengurusan di partai.

1 KOMENTAR

Comments are closed.