Baca Juga : Demokrat Kubu AHY Sudah Kanker Stadium 5 : Pungutan dan Pemecatan Kader Kerap Dilakukan
DEMIKIAN pula dengan berlangsungnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Sibolangit – Sumut 5 Maret 2021. Mereka itu (peserta KLB juga pemilik suara yang namanya diserahkan pada Mei 2020) tapi dipecat sepihak AHY tanpa mekanisme partai (Mahkamah dan Dewan Kehormatan). Seperti dialami Ketua DPD Provinsi Kepulauan Riau yang juga Bupati Bintan, Apri Sujadi dipecat AHY, karena menghadiri KLB.
Panglima TNI ke - 18 (30 Agustus 2013 – 8 Juli 2015) akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui forum tertinggi yang namanya KLB di Sibolangit. Moeldoko sendiri tak hadir (penetapan Ketum), hadir ketika penutupan KLB dan menyampaikan pidato politik pertamanya sebagai Ketum Partai Versi KLB.
Jika kita menilik perbincangan Moeldoko "Saya menghargai dan menghormati keputusan saudara. Oke, kita terima menjadi ketua umum," kata Moeldoko melalui sambungan telepon. Moeldoko sempat menanyakan tiga hal kepada kader Demokrat yang hadir di KLB. Pertama, ia memastikan bahwa KLB ini digelar sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat. "Tolong saudara-saudara jawab beberapa pertanyaan saya untuk memastikan. Tolong dijawab secara serentak, KLB ini sesuai AD/ART atau tidak?" tanya Moeldoko. Peserta KLB pun kompak menjawab, "Sesuai".
Lalu, sangat aneh dan boleh dibilang kurang percaya diri, ketika kubu AHY menyerahkan dokumen lagi ke Kemenkumham pada Senin 8 Maret 2021. Bisa diduga dokumen ke dua ini, namanya dengan sebutan pelaksana tugas (Plt).
Jadi road show dalam satu hari (8 Maret 2021) melakukan 3 pertemuan ke Kemenkumham (diterima Direktur Jenderal AHU), KPU, dan Kantor Menkopolhukam. Hari ini (10 Maret 2021) bertemu dengan anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie karena Jimly yang kental membela kubu AHY. Merupakan kekhawitaran dan ketakutan AHY dalam KLB Sibolangit semakin nyata dan jelas.