Kamis, 4 Juni 2026

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Mendukung Kelompok KAMI (Gatot Nurmantyo)?

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 22 Februari 2021 | 12:23 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Diakhir jabatannya sebagai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo membuat keputusan kontroversial  merotasi 85 PATI  TNI berbagai matra (darat, laut, dan udara). Salah satu yang dimutasi adalah Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, yang diposkan di PATI Mabes TNI AD dalam rangka pensiun.  Hal itu dilakukan Gatot  kepada Edy sebagai syarat mendaftar menjadi calon di Pilkada Sumut pada Juni 2018.

Baca Juga : Pembangkangan Gatot Nurmantyo Bisa Berujung Pada Hukum



Gatot pun menjadi juru kampanye Edy yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumut. Edy Rahmayadi  yang berpasangan dengan Musa Rajeskshah memenangkan  ajang Pilkada  Sumut. Beredar kabar nyata secara rekam jejak, bahwa pola kampanye Edy rupanya meniru  kampanye Anies. Gerakan beribadah  subuh hari di masa tenang pun digencarkan secara masif.  Penonjolan identitas agama mengental dalam aksi kampanyenya. Yang menurut berbagai kalangan, inilah kemenangan Edy sebagai orang nomor satu Sumut.

Gatot Nurmantyo (ujung kanan) saat menjadi saksi nikah anakanya Edy Rahmayadi, Siti Andira Rahmayana - Arifuddin Maulana Basri

Kala puteri Edy Rahmayadi bernama Siti Andira Rahmayana menikah dengan Arifuddin Maulana Basri.  Gatot Nurmantyo menjadi saksi pernikahannya. Bisa dibilang permintaan Edy saat dimiliter selalu dikabulkan Gatot, begitupun saat Edy sebagai Gubernur, permintaan Gatot pun kerap dikabulkan Edy.

Gatot setelah pensiun dari militer menjadi deklarator KAMI, yang kerap  merongrong pemerintah dengan kritik tanpa solusi. Presiden Jokowi perlu diganti selalu menjadi suara  kunci utama pernyataan KAMI.  Kelompok pentolan KAMI ini sebagian besar adalah mantan pejabat yang baperan alias menyinyir ke Jokowi secara asal bunyi. Warna politik identitas pun kerap digaungkan kelompok KAMI.

Memang Edy  Rahmayadi tak  masuk dalam struktur KAMI. Dan, Gatot pun menyatakan bahwa KAMI adalah gerakan moral. Namun,  berbagai kalangan menegaskan KAMI adalah gerakan moral yang ditunggangi kepentingan politik. Selalu (KAMI) berseberangan dengan Presiden Jokowi menjadi ciri khas kelompok ini.

Kembali ke soal Edy Rahmayadi. Jika merujuk pada kehadiran Gatot di Kampanye Edy dan pernikahan anaknya Edy. Bisa dibilang permintaan Gatot pasti dikabulkan Edy. Mungkin saja,  Keberadaan KAMI yang akan berada di berbagai daerah di Indonesia, ada bantuan dari mantan Pangkostrad yang juga mantan Ketua Umum PSSI.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB