Viralnya Wajib Jilbab Non Muslim Di SMK N 2 Padang, Ade Armando Sudah Ingatkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Jauh Sebelumnya

0
595
Di Sekolah ini Siswi Non Muslim Diharuskan Pakai Jilbab

Jakarta., NAWACITAPOST – Peraturan siswi non muslim di SMK Negeri 2 Padang diwajibkan memakai jilbab. Sudah sesuai peraturan dari Kepala Sekolah. Begitu ujar Guru SMK N 2 tersebut kepada orang tua siswi non muslim asal Nias.

Baca Juga : Ade Armando : Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno Berbohong

Tak merasa itu sesuai kebijakan dari peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, orang tua siswi tersebut mempertanyakan kepada guru bidang kesiswaan
Pasalnya, sekolah negeri bukanlah sekolah swasta yang memang bisa saja mengeluarkan aturan tersendiri khusus di sekolah tersebut.

Seperti dilansir sintesaNews.com, Jumat 22 Januari 2021, ternyata biang kerok dari pemaksaan siswi non-muslim mengenakan jilbab di sekolah negeri berasal dari 16 tahun lalu saat Walikota Padang dijabat oleh Fauzi Bahar, tahun 2005. Sayangnya pemerintah pusat di jaman tersebut tak pernah mengurusi masalah pemaksaan yang membahayakan hubungan antar umat beragama ini. Padahal sejak itu muncul terus suara-suara protes orang tua siswi yang non-muslim dipaksa untuk menggunakan jilbab di sekolah.

Muncul lagi persoalan ini setelah ada orang tua siswi non-muslim merekam pembicaraannya dengan guru di bidang kesiswaan SMKN 2 Kota Padang.

 

Ade Armando, pengamat Politik UI yang Juga Penggerak Pluralisme Asal Padang- Sumbar

Jauh-jauh hari, tepatnya September 2020 Ade Armando pengamat politik yang juga tokoh pluralisme asal Padang – Sumbar dalm chanel Youtube Cokro TV tahun 2020 sudah mengingatkan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, untuk tidak menghalangi penyebaran Injil Berbahasa Minang. Ternyata dugaan Ade pelarangan itu merembet kepada hal-hal lain, seperti viralnya pemaksaan pemakaian jilbab non muslik di SMK N 2 Padang.

Ade yang asal Padang sangat prihatin deskriminasi terjadi di Sumbar Pelarangan Aplikasi Injil berbahasa Minang, pelarangan ibadah non Muslim, dan pemaksaan pemakaian jilbab di SMKN 2 Padang yang viral telah menjadi catatan buruk bagi orang nomor satu Padang dan orang nomor satu Sumbar. Sepertinya pelarangan dan pemaksaan kepada non muslim itu kesannya (aturan)  sengaja di pelihara.

Khusus untuk pemakaian jilbab, Ade Aramando, ketika dihubungi nawacitapost melalui sambungan whatsApp, Sabtu (23/1/2021) Siang. Bagi Ade, siswi muslim pun berhak untuk memakai atau tidak memakainya. Sekolah ini (SMKN 2 Padang) wawasan kebangsaannya mundur.

Bahkan Ade, meminta pemerintah (baca : Menteri P dan K, Nadiem) untuk menindak tegas Dinas Pendidikan Sumbar. Ini sepertinya bisul kasuastik tertentu. dan,  tak boleh terjadi, tegas Ade.

Kabarnya, pemakaian jilbab  kepada non muslim bukan hanya satu siswi. Seperti dilansir tribunjateng di SMKN 2 Padang ada 46 sisiwi, dan satu orang yang menolak, kata  Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Al Fikri.

Hal lain dalam pelarangan dan pemaksaan kepada non muslim, Ade sudah mengingatkan jauh-jauh sebelumnya kepada Irwan (Gubernur Sumbar) yang sengaja membiarkannya? Sepertinya Irwan menyatakan bahwa budaya Minangkabau adalah sesuatu yang lahir sejak lama.

Alasannya sebagai Gubernur dia tidak bisa mengubahnya. Kesannya, Irwan ingin mengatakan praktek-praktek deskriminatf itu terjadi karena budaya Minang. Memang tidak mentoleransi kehadiran kaum non muslim, jika ini dibiarkan terus menerus, bisa berbahaya, pungkas  Ade.