Fadli Zon Pro FPI, Kader Gerindra Bela Jokowi

0
572
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Saraswati (baju putih selendang merah), dan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Fadli Zon

Jakarta, NAWACITAPOST –  Fadli  Zon mengaku sangat dekat dengan Soeharto dan Prabowo Subianto. Saking dekatnya, Fadli mengklaim bahwa pernah mewawancarai Soeharto dan dijadikan dalam sebuah buku. Demikian juga dengan Partai Gerindra didirikan olehnya. Mulai dari AD/ART partai serta deklarasinya.

Baca Juga : Lempar Isu Masiku, Fadli Zon Takut Menhan Di Reshuffle?

FADLI masuk DPR dengan menduduki jabatan Wakil Ketua DPR  2014 -2019. Status dipartai Wakil Ketua Umum. Saat itu (2014 -2019) oposisi digencarkan secara masif oleh Gerindra, Fadli menjadi corong utamanya.  Apa yang dilakukan Presiden Jokowi di periode pertama selalu salah dan salah, tapi solusi tak pernah ditawarkan Fadli kepada pemerintah.

Bahkan dalam suatu tayangan roasting yang disampaikan Kiki Saputri juara 3 lomba stand up comedy  di DPR. Roasting adalah serangkaian joke yang dilontarkan oleh pelawak tunggal dengan tujuan meledek dan menertawakan penonton atau narasumber yang hadir.

Indonesia adalah negara netral yang tidak mau ikut campur tentang konflik negara lain. Tapi kalau bisa kita ikut mendamaikan mereka. Cuma masalahnya, Indonesia aja sudah banyak konflik. Salah satu sumber konflik karena beliau (Fadli).

Terkait Gerindra. 2019 partai ini putar haluan menjadi pendukung pemerintah. Jatah 2 menteri (Menhhan dan KKP). Seharusnya tak ada nada negatif yang disampaikan kadernya ke pemerintah. Tetap saja suara negatif disampaikan walaupun hanya seorang (Fadli) mulai dari pro HTI dan FPI (radikalisme dan intoleransi,  baca : seperti yang diumumkan Pemerintah pada 30 Desember 2020).

Sementara pemerintah Jokowi sudah membubarkan  dua kelompok itu secara resmi dalam keputusan peraturan, satu melalui mekanisme hukum (pengadilan, baca : HTI) satu lagi  melalui Surat Keputusan Bersama (SKB, baca : FPI) Menteri. Fadli di Gerindra saat ini sebagai Wakil Ketua Pembina, dan hanya sebagai anggota DPR plus Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP).

Soal pembubaran  dan pelarangan  FPI, sesama kader Gerindra di tingkat elit sudah nampak menunjukan pernyataan berbeda. Fadli  pro FPI mempertanyakan sikap pemerintah terhadap hal pelarangan itu. Sementara Saraswati Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga keponakan Prabowo Subianto mendukung langkah Pemerintah melarang FPI, dan seruan senada  dari Wihadi (anggota DPR dari Gerindra)  membenarkan dan mendukung SKB pelarangan FPI.

Fadli Zon nampaknya sudah terjepit. Dan tak dipakai  lagi oleh Prabowo Subianto sebagai penggedor utama Gerindra. Perannya sudah diambil alih kader Gerindra lainnya. Selain karena posisi Gerindra yang berada di jalur pemerintahan Jokowi, maka peran Fadli perlahan mulai dibiarkan dengan dibatasi.  Artinya dibolehkan kader lainnya (Gerindra) memberikan pernyataan berbeda dari Fadli.

Saat Gerindra perannya oposisi,  apa yang disampaikan Fadli ke pemerintah negatif, maka kader Gerindra lainnya sama pernyataanya negatif. Namun, ketika Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi, pernyataan Fadli kepada Presiden Jokowi, tak didukung sesama kader Gerindra seperti Fadli Vs Saraswati dan Wihadi. Terlepas itu setingan, pernyataan sesama kader Gerindra berbeda, tapi yang beda itu sudah ditampilkan di depan publik.