Bandara Ngurah Rai Dibuka, Kakanim Parlindungan Permenkumham dan Protokol Kesehatan Diberlakukan 

0
851
Kepala Kanim Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, parlindungan. foto dalam tangkapan layar fb

Jakarta, NAWACITAPOST – Keputusan Menteri Nomor : M.HH-01. GR.03.01 Tahun 2020, tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tertentu Sebagai Tempat Masuk Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, yang ditanda tangani  Menkumham Yasonna Laoly pada 15 Oktober 2020.

Baca Juga : Kakanim Kelas I Khusus TPI  Ngurah Rai Parlindungan Torehannya Selain Berinovasi Juga Cepat Mengeksekusi Keputusuan MenkumHAM  

Keputusan itu, mengenai Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tertentu Sebagai Tempat Masuk Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, dan melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (6) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Dalam Keputusan itu disebutkan, selama masa adaptasi kebiasaan baru, Pemerintah membuka 7 Bandar Udara (Kualanamu Medan, Hang Nadim Batam, Soekarno-Hatta Tangerang, Juanda Surabaya, Sam Ratulangi Manado, Bandara Hasanuddin Makassar dan I Gusti Ngurah Rai Bali), yang diizinkan sebagi pintu masuk Wilayah Indonesia.

Khusus Bandara Ngurah Rai,  “Kami sudah siap apabila Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali di buka untuk penerbangan Internasional. Tentunya petugas akan memperhatikan protokol kesehatan, terlebih dengan petugas yang ada di TPI kita wajibkan selalu memakai perlengkapan pelindung diri, sanitizer pada setiap konter pemeriksaan, membuat tanda untuk menjaga jarak antar penumpang,” ujar  Kakanim Kelas 1 Khusus TPI Parlindungan, Selasa (8/12/2020) seperti dilansir tribunbali.

Parlindungan menyampaikan bahwa yang bisa masuk ke wilayah Indonesia berdasarkan Permenkumham 26/2020 diantaranya WNI, Visa dinas, Visa diplomatik, visa kunjungan tujuan bisnis, vitas, ijin tinggal dinas, izin tinggal diplomatik, ITAS dan ITAP, pemegang kartu APEC yang masih berlaku dan tertera kode IDN di belakang kartu, dan awak alat angkut.

Ia menambahkan jenis vitas yang bisa masuk ke Indonesia yakni ; Investor, TKA, penyatuan keluarga dan wisman lanjut usia.

Sementara untuk jenis visa kunjungan meliputi melakukan pekerjaan darurat dan mendesak, pembicaraan bisnis, pembelian barang, uci coba keahlian calon TKA, tenaga bantuan medis dan pangan dan bergabung dengan alat angkut yang ada di Indonesia.

Tentu selain permenkumham 26/2020 juga penerapan Protokol kesehatan ketat, juga hal-hal lainnya yang dianggap bisa dijadikan pijakan menangani segala kemungkinan mereka yang masuk ke wilayah Indonesia.

Parlindungan menegaskan,  peraturan dan penerapan tersebut sudah cukup mengantisipasi mereka yang masuk Indonesia.