Kasus OTT Edhy Prabowo, Memupus Harapan Prabowo Subianto Menuju 2024

0
550
Ketua Umum Partai Gerindra (2020 - 2025) Prabowo Subianto

Jakarta, NAWACITAPOST – Ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/11/2020) 1.23 dinihari. Ekspor Benur Lobster, jadi alasan utama penangkapan Edhy, kata Wakil Ketua KPK Nurul kepada awak media  8 jam usai OTT oleh KPK di kantornya.

Baca Juga : Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Tamparan Ke Prabowo Subianto

Edhy selain Menteri KKP juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ditambah satu dari sedikit kepercayaan utama Prabowo Subianto (PS). Terkait hal lainnya, kabarnya menuju 2024 Gerindra mencalonkan PS sebagai Capres. Memang keputusan partai melalui rakernas belum mengadendakan tentang hal ini.

Namun, aroma dan muaranya banyak  mengarah ke sana (2024). Pengamat memprediksi pencalonan sebagai Capres  bakal terwujud. Itu sebelum ada OTT kepada kepercayaan utama PS.

Kabar pastinya Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi  Dasco Ahmad sudah melaporkan ke PS tentang hal ini. Arahan PS hanya tunggu informasi lebih lanjut dari KPK.

Lalu, apakah  terkait OTT ini. PS mudah dan mulus melangkah serta melenggang sebagai Capres?  Pencalonan Capres tetap saja terjadi.  Mendulang suara mungkin ada, tapi tak mengalir deras  mendapatkannya. Faktor efek domino korupsi masih menyisakan ke orang nomor satu di pemenang ke 3 Pileg 2019.

Koalisi  perlu dilaksanakan menuju 2024. Pasalnya Gerindra tak bisa sendiri, karena aturan Presidential Threshold yang 20 persen. Mengacu pada aturan itu, Gerindra perlu satu partai lagi diatas 10 persen.  Dua partai berkoalisi dengannya untuk 2024 lebih bagus.

Harapan PS menuju 2024 masih ada. Kansnya hanya sebagai capres. Presiden terpilih masih dalam hitungan dan dukungan yang mengalir padanya.Kasus HAM pasti akan dimainkan lagi oleh calon lawannya nanti. Ditambah dengan kader utamanya terjerat kasus hukum.  Pasti itu menjadi makanan empuk bagi calon lawannya. Belum lagi pengamat yang bisa mempengaruhi  rakyat yang punya hak pilih bisa saja berpaling padanya. Pupusnya PS  terpilih sebagai Presiden bisa  ya, bisa juga tidak.