Kamis, 4 Juni 2026

Korban HRS Dua Kapolda Dicopot, Peluang Jadi Kapolri Sirna

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 16 November 2020 | 18:07 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Sebenarnya Kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) aparat keamanan terutama kepolisian sudah mengetahuinya.  Kediaman pribadi HRS terletak dikawasan Petamburan,  Jakarta.  Polda Metro Jaya bertanggung jawab terhadap daerah tersebut.  Apalagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi masih diterapkan. Kerumunan, penggunaan masker adalah syarat mutlak dari pemberlakuan PSBB tersebut.

Baca Juga : IPW dan Henry Yosodiningrat Desak Polisi Tetapkan HRS Tersangka?


KERUMUNAN di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Cengakreng  sampai acara penikahan anaknya HRS di kawasan Petamburan Jakarta. Polisi hanya berjaga-jaga. Tanpa ada himbauan apalagi pembubaran massa yang berkerumun. Hal kerumunan pun terjadi di kawasan Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat  tempat pondoknya HRS.  Polda Jabar pun hanya berjaga-jaga. Tanpa ada upaya membubarkan massa.

Setelah serangkaian pembiaran aparat kepolisian di dua daerah itu tak melaksanakan pembubaran massa di acara HRS. Kapolri mencopot  Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Sufahriadi.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam  konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta Senin (16/11/2020) membenarkan penyampaian Kapolri tersebut.

Padahal,  Presiden Jokowi  yang viral  pada rapat kabinet bulan Agustus 2020. Bahwa akan tegas kepada siapa saja termasuk  aparat keamanan termasuk pejabatnya.

Langkah ini dibuktikan Jokowi melalui Menkopolhukam, Mafud MD bahwa  pemerintah akan memberi sanksi pada aparat yang tak tegas menegakan protokol kesehatan. Saat menyampaikan pesan pemerintah ini, Mahfud memberi penekanan sebanyak 3 kali kata kepada aparat kemananan  dalam jumpa pers, di kantornya, Senin (16/11/2020).

Apalagi kedatangan dan acara nikah anaknya HRS. Keluhatan dari banyak tokoh dan masyarakat sudah masuk ke Istana. Jadi pencopotan dua Kapolda yang digadang-gadang masuk bursa Kapolri akhir 2020.  Irjen Nana dan Irjen Rudi harus terhenti dan menerima pil pahit untu mengubur impiannya sebagai calon Kapolri atau Tribata (sebutan untuk orang nomor satu di kepolisian) satu.

Disini jelas. Aturan tentang memutus mata rantai penyebaran covid 19, penggunaan masker dan kerumuman. Jadi tidak ada faktor langkah dua jenderal Polisi berbintang dua ini terhenti di bursa calon Kapolri.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini