Baca Juga : IPW dan Henry Yosodiningrat Desak Polisi Tetapkan HRS Tersangka?
KERUMUNAN di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Cengakreng sampai acara penikahan anaknya HRS di kawasan Petamburan Jakarta. Polisi hanya berjaga-jaga. Tanpa ada himbauan apalagi pembubaran massa yang berkerumun. Hal kerumunan pun terjadi di kawasan Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat tempat pondoknya HRS. Polda Jabar pun hanya berjaga-jaga. Tanpa ada upaya membubarkan massa.
Setelah serangkaian pembiaran aparat kepolisian di dua daerah itu tak melaksanakan pembubaran massa di acara HRS. Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Sufahriadi.
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta Senin (16/11/2020) membenarkan penyampaian Kapolri tersebut.
Padahal, Presiden Jokowi yang viral pada rapat kabinet bulan Agustus 2020. Bahwa akan tegas kepada siapa saja termasuk aparat keamanan termasuk pejabatnya.
Langkah ini dibuktikan Jokowi melalui Menkopolhukam, Mafud MD bahwa pemerintah akan memberi sanksi pada aparat yang tak tegas menegakan protokol kesehatan. Saat menyampaikan pesan pemerintah ini, Mahfud memberi penekanan sebanyak 3 kali kata kepada aparat kemananan dalam jumpa pers, di kantornya, Senin (16/11/2020).
Apalagi kedatangan dan acara nikah anaknya HRS. Keluhatan dari banyak tokoh dan masyarakat sudah masuk ke Istana. Jadi pencopotan dua Kapolda yang digadang-gadang masuk bursa Kapolri akhir 2020. Irjen Nana dan Irjen Rudi harus terhenti dan menerima pil pahit untu mengubur impiannya sebagai calon Kapolri atau Tribata (sebutan untuk orang nomor satu di kepolisian) satu.
Disini jelas. Aturan tentang memutus mata rantai penyebaran covid 19, penggunaan masker dan kerumuman. Jadi tidak ada faktor langkah dua jenderal Polisi berbintang dua ini terhenti di bursa calon Kapolri.