IPW dan Henry Yosodiningrat Desak Polisi Tetapkan HRS Tersangka?

0
279
Foto : Berlawanan Arah Jarum Jam ; Neta S Pane, Henry Yosodingrat, dan Habib Rizieq Shihab

Jakarta, NAWACITAPOST-  Tiba di Indonesia sejumlah jerat hukum menanti Habib Rizieq Shihab (HRS). Ketua umum Indonesia Police Watch (IPW)menyebut  ada 9 kasus yang membelenggu Riezieg. Namun, hanya 1 kasus yang bisa dijadikan tersangka.

Baca Juga : Nikita Mirzani : Habib Rizieq Shihab Tukang Obat

PENODAAN terhadap simbol negara, Pancasila. Proses tersebut  ditangani Polda Jawa Barat. Selebihnya deretan pengaduan publik kepada kepolisian atas dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan Rizieq. Harus ada kepastian hukum terhadap kasus-kasus itu, apakah akan ada surat penghentian penyidikan dan penuntutan SP3 atau diteruskan.  Mabes Polri harus menjelaskannya kepada publik,  tandas Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Kamis 12 Nopember 2020.

Sedangkan, kasus berbau pornografi nampaknya banyak dilaporkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, pada akhir Januari 2020. Aliansi ini melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan nomor registrasinya LP/ 510/ I/ 2017/ PMJ/ Ditreskrimsus. Polisi sempat memprosesnya dan kemudian terhenti karena Rizieq pergi ke Arab Saudi dan hingga kini baru kembali,” ujar Neta.

Karena Rizieq sudah ada di Indonesia. Maka Neta meminta dan mendesak Polri menjemputnya dan melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan.  Neta berharap Habib Rizieq dapat patuh terhadap hukum karena siapa pun di depan hukum memiliki status yang sama.

Selain desakan berupa himbauan dari IPW kepada Rizieq untuk patuh hukum. Hal senada disampaikan Henry Yoso Diningrat  terkait  tuduhan Rizieq  melalui akun Facebook dan Instagram terhadap Henry sebagai politikus berhaluan komunis.

Untuk diketahui, Henry Yosodiningrat sendiri pada 2017 melaporkan Habib Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut berkaitan dengan tuduhan Rizieq melalui akun Facebook dan Instagram terhadap Henry sebagai politikus berhaluan komunis.

Itu fitnah dan ada foto dirinya  dengan tulisan bahwa Henry Yosodiningrat adalah politisi berhaluan komunis, kemudian memusuhi umat Islam dan saya indekos di PDIP. Kemudian dirinya laporkan masalah itu ke Polda Metro Jaya. Setelah dilaporan, Rizieq malah pergi Umroh Januari 2017 dan baru kembali 10 Nopember 2020.

Rizieq telah melanggar Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Nampaknya, pengguliran kasus hukum lama yang menjerat Rizieq. Polri sudah menerima aduan dari masyarakat.  Kemungkinan bisa dilanjutkan dan tidak dilanjutkan sama besarnya. Sebab di mata hukum semua sama.