Gatot Nurmantyo Tak Lulus Kopassus Secara Murni

0
898
Danjen Kopasus, Mayjen Mohamad Hasan

Jakarta, NAWACITAPOST –  Gatot Nurmantyo memang lulus tentara pada tahun 1982. Namun Gatot tak lulus masuk dalam baret merah Kopassus secara murni. Artinya, saat lulus tentara itu di rentang waktu tahun 1982 -an. Nerkamun, saat menjadi panglima TNI dia berkunjung ke Kopasssus, dan mungkin meminta topi baret merah, Perlu diketahui yang mengenakan topi itu harus melewati ujian yang sangat berat. Hutan, laut, gunung, rawa-rawa dan rintangan alam lainnya yang berat. Karena desakan Gatot, maka Kopassus melalui Danjen Kopassus saat itu memberikan latihan yang cukup ringan kepada Gatot. Maklum yang memerintahkannya adalah Panglima TNI. Diberinya topi baret merah.

Baca Juga : Rumah Mewah Gatot Nurmantyo Di Sentul Harganya 110 Miliar Rupiah

ANEHNYA, saat tak lagi sebagai panglima otomatis dia menjadi warga sipil. Namun, kebanggaannya memakai topi baret dikenakan ketika berkedok ziarah dan tabur bunga di TMP Kalibata, Jakarta. pada Jumat 2 Oktober 2020. Mungkin dipikirnya topi baret merah yang  dipakainya itu menjadi kesaktian untuk bebas berbuat apa saja.  menghadapi Dandim Jakarta Selatan dengan pangkat Kolonel tak berkutik. Yang terucap dari Gatot kepada Kolonel Ucu adalah sumpah prajurit dan sapta marga. PSBB dan penyebaran Covid 19  tak digubris.

Sampai-sampai Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan mengingatkan para pensiunan TNI untuk menggunakan baret merah secara bijak dan tidak menggunakannya di luar ketentuan. Hal ini dikatakan oleh Mayjen Hasan usai menghadiri  HUT TNI Ke- 75 secara virtual.

Kopassus Lengkap Dengan Topi Baret Merah Sedang Berbaris

“Kami sebagai pembina korps juga mengingatkan semua pensiunan serta mereka yang mendapat kehormatan memakai baret merah untuk menggunakannya secara bijak,” kata Hasan, Senin 5 Oktober 2020.

Begitulah kalau ‘memaksa’ masuk Kopassus tidak secara murni. Masuknya pun sudah mendekati pensiun dan sebagai panglima TNI. Selain Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, Jenderal Purnawirawan Gatot perlu membaca dengan seksama sumpah kopassus – topi baret merah – dengan salam komandonya pula.