Kapolri Geram Ingin Tempeleng Pilot Dan Copot Direktur Narkoba di Tubuh Polri

0
420
Kapolri Geram Ingin Tempeleng Pilot Dan Copot Direktur Narkoba di tubuh Polri

Jakarta, NAWACITAPOST- Kapolri Jenderal Idham Azis membuat penyataan-pernyataan yang menyedot perhatian publik. Pernyataan itu mulai dari dirinya ingin menempeleng pilot hingga akan mencopot direktur narkoba di tubuh Polri yang bagaikan ayam sayur. Hal itu dilontarkan Idham Azis di depan mitra kerja Komisi III DPR RI. Soal pernyataan ingin menempeleng pilot, ini berawal dari helikopter milik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat terbang rendah untuk membubarkan massa aksi setahun tewasnya mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO), Randy dan Yusuf. Polda Sultra sendiri memastikan pilot dari heli tersebut melakukan manuver tanpa izin atasan.

Idham Azis angkat bicara soal helikopter terbang rendah di depan Komisi III DPR. Dia menegaskan pilot helikopter itu sudah diperiksa Propam Polri karena bekerja tak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dia mengatakan dalam rapat bersama Komisi III DPR, Rabu (30/9/2020). Pilotnya sudah ditindak, dan juga sudah diperiksa sama Propam. Itu ngarang-ngarang aja itu, tidak ada SOP-nya di udara, yang di Kendari. Tak hanya menyebut pilot helikopter itu ditindak. Idham nampaknya geram dengan kerja anak buahnya itu. Bila diperkenankan, Idham akan menempeleng pilot berulah itu.

Lepas dari soal pilot helikopter berulah, Idham kemudian disorot tajam oleh Komisi III terkait pemberantasan narkoba. Anggota Komisi III F-Demokrat Hinca Pandjaitan meminta Idham membuat peta jalur peredaran narkoba hingga ke desa-desa. Dia mengatakan. Mohon diteruskan ke kapolda dan kapolres sampai ke bawah untuk membuat peta peredaran narkoba dari sisi bandar per kecamatan. Ini penting sekali untuk mendapatkan peta ini. Jadi peta jalur dunianya sudah dapat, peta bandarnya per kecamatan itu juga dapat, terutama di kota-kota besar sampai ke desa-desa yang sekarang sudah masuk paling jauh.

Baca Juga : Sefianus Zai Apresiasi PN Dumai yang Vonis Mati Oknum Polisi Pengedar Narkoba

Anggota Komisi III DPR F-Golkar Andi Rio Idris Padjalangi juga meminta Idham mengungkap bandar-bandar besar yang terlibat dalam peredaran narkoba. Andi Rio menilai saat ini baru bandar-bandar kecil yang ditangkap. Dia mengatakan. Satu sisi di balik ini semua ada bandar-bandar besar yang bermain. Oleh karenanya, tolong cari dan tangkap pelaku bandar-bandar besar tersebut, karena selama ini yang beredar di Sulsel maupun di kabupaten-kabupaten lain itu adalah hanya bandar-bandar kecil ataupun pedagang kecil. Sampai sekarang belum tertangkap bandar besarnya.

Menjawab cecaran Komisi III, Idham menegaskan Polri berkomitmen memberantas narkoba. Idham menyinggung soal janjinya saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya untuk menindak tegas bandar narkoba. Ia menekankan jajaran Polri harus menindak masalah narkoba ini sesuai SOP.

Idham pun tak akan segan-segan mengganti para direktur narkoba (dirnarkoba) yang lembek memberantas narkoba. Yang penting lakukan sesuai dengan SOP, tindakan tegas dan terukur sesuai dengan SOP. boleh di cek semua para kapolda. Kalau dir narkoba takut-takut akan diganti, banyak pemain pengganti kalau dir narkobanya ayam sayur. Jadi semua dir narkoba jangan ada yang ayam sayur. Dia juga memuji direktur narkoba di sejumlah polda yang berprestasi.