FAO berkali-kali memperingatkan agar semua negara bersiap terhadap ancaman krisis pangan. Sehingga harus disiapkan cadangan dengan membangun lumbung.
Baca Juga : Jokowi : Mini Lockdown Merupakan Strategi Efektif
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, pemerintah memilih komoditas singkong karena ada jenis pangan tersebut memiliki banyak kelebihan. Mulai dari bisa langsung dikonsumsi, digunakan untuk industri hingga harganya yang terjangkau. Dia mengatakan pada , Senin (28/09/2020). Singkong itu kan bisa untuk apa saja. Untuk bahan industri jadi tepung, dimakan langsung seratnya bagus untuk kesehatan dan umurnya lebih pendek dalam menanam. Juga mungkin lebih murah. Kemudahan dalam menanam juga jadi pertimbangan pemerintah. Sehingga harapannya lahan luas di Kalimantan bisa langsung ditanami. Berbeda jika harus menanam padi misalnya. Menanam padi membutuhkan beberapa proses lagi sehingga akan lebih memakan waktu.
Baca Juga : Deklarasi KAMI Gatot, Diusir dari Bumi Surabaya
Sebelumnya Presiden Jokowi juga berharap lumbung pangan berupa lahan singkong ini bisa dipercepat. Tujuannya tidak hanya untuk ketahanan pangan, namun juga untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup sehingga harga pangan tetap stabil di tingkat masyarakat. Kalau kebutuhan pangannya ada tapi (jumlahnya) sedikit, (sedangkan) konsumennya banyak kan harganya juga meningkat. Nah ini adalah beban pemerintah supaya dari sisi harga juga bisa stabil.