Alumni ITB Minta Din Syamsudin Dicoret

0
556

Jakarta, NAWACITAPOST- Salah dua tugas yang dikerjakan Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (MWA ITB) adalah melaksanakan proses pemilihan dan pelantikan Rektor. Begitu penjelasan resmi di halaman utama website www.mwa.itb.ac.id.

Baca Juga : Ambisi Jabatan Berbalut Gerakan Moral KAMI

MWA ITB Dipimpin satu orang ketua, dan satu orang wakil ketua, serta tiga belas orang anggota dari berbagai unsur; akdemik, masyarakat dan mahasiswa. Prof. Dr. Din Syamsudin adalah anggota MWA ITB dari unsur perwakilan masyarakat.

Keterlibatan Prof, Din terlibat dalam gerakan KAMI. memantik 2065 Alumni ITB lintas angkatan dan jurusan yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) menulis dan menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua MWA ITB agar segera mencoret nama Prof, Din sebagai Anggota MWA ITB.

Dalam surat terbuka tersebut membahas persoalan keterlibatan Prof Din sebagai pimpinan deklarator KAMI. GAR menganggap tindakan mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah itu perwujudan dari sikap yang selalu menentang NKRI dan Pemerintah Republik Indonesia yang sah, ujar Juru Bicara GAR Alumni ITB Shinta Madesari seperti dikutip detik.com

Shinta mengatakan, Ketua MWA pernah menyatakan bahwa Prof Din sudah mengundurkan diri. Namun ternyata, Prof Din masih diikutsertakan dalam kegiatan MWA ITB seperti dalam kegiatan peringatan 100 tahun ITB pada 3 Juli 2020 lalu.

Tindakan Prof Din sangat bertentangan dengan nilai-nilai ITB. Sehingga sangat tidak pantas menjadi anggota MWA ITB,” tegasnya.

Apalagi dalam dirinya melekat dan menyandang jabatan guru besar dan akademisi senior yang juga pendidik kepada para mahasiswa dan teladan masyarakat. Nampaknya hal-hal yang disandangnya itu tidak dihiraukannya. Malahan semakin mempertontonkan tokoh pendidik itu tidak paham dalam demokrasi berbangsa dan bernegara.

Sehingga desakan dari alumni ITB dari GAR untuk mencoret dan mencopot suami dari Novalinda Jonafrianty sebagai anggota MWA ITB sudah tepat. Pasalnya GAR tidak ingin tindakan KAMI yang didalamnya ada anggota MWA ITB  menjalar ke kampus Ganesha.

Maka Alumni ITB GAR melakukan itu. Sisi positifnya ingin menjadikan ITB sebagai Kampus kebangsaan yang majemuk dan betu-betul menjaga marwah NKRI bagi semua komponen anak bangsa tetap terjaga dengan ideologi pancasila yang ber-Bhineka Tunggal Ika.